<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>mediahusadabontang</title>
	<atom:link href="http://mediahusadabontang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mediahusadabontang.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Nov 2008 03:10:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mediahusadabontang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>mediahusadabontang</title>
		<link>http://mediahusadabontang.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mediahusadabontang.wordpress.com/osd.xml" title="mediahusadabontang" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mediahusadabontang.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PARTISIPASI TERBUKA KURSUS BAHASA INGGRIS BERBASIS KOMUNITAS Dalam ‘HEALTH UP YOUR ENGLISH’</title>
		<link>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/11/25/partisipasi-terbuka-kursus-bahasa-inggris-berbasis-komunitas-dalam-%e2%80%98health-up-your-english%e2%80%99/</link>
		<comments>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/11/25/partisipasi-terbuka-kursus-bahasa-inggris-berbasis-komunitas-dalam-%e2%80%98health-up-your-english%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 03:08:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ostafalamustafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediahusadabontang.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[PARTISIPASI TERBUKA KURSUS BAHASA INGGRIS BERBASIS KOMUNITAS Dalam ‘HEALTH UP YOUR ENGLISH’ (Sebuah gagasan bersahaja dari ruang PERENCANAAN DINAS KESEHATAN BONTANG dan ruang redaksi penerbitan MEDIA HUSADA) 2 be ‘correctly grammar’ and ‘speaking fluently’ Bahasa Inggris bisa dipelajari secara otodidak, untuk pengembangan kemampuan berbicara (speaking) dan membaca teks (reading text). Sebenarnya, Kemampuan dasar dalam tataran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=53&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                              &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">PARTISIPASI TERBUKA KURSUS BAHASA INGGRIS BERBASIS KOMUNITAS</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Dalam ‘HEALTH UP YOUR ENGLISH’</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>(Sebuah gagasan bersahaja dari ruang PERENCANAAN DINAS KESEHATAN BONTANG dan ruang redaksi penerbitan MEDIA HUSADA)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">2 be ‘<em>correctly grammar’</em> and ‘<em>speaking fluently’</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Bahasa Inggris bisa dipelajari secara otodidak, untuk pengembangan kemampuan berbicara (<em>speaking</em>) dan membaca teks (<em>reading text). </em>Sebenarnya<em>, </em>Kemampuan dasar dalam tataran tatabahasa sudah mencukupi dengan berbekal pelajaran dari sekolah.<span> </span>Bila pelajaran bahasa Inggris di sekolah belum memadai dan tak bisa dikembangkan secara otodidak, maka kursus tentu saja menjadi pilihan selanjutnya. Kursus pada umumnya dilakukan oleh badan pendidikan swasta atau juga bekerja sama dengan pemerintah. Bagaimana bila kursus itu ditata, dibangun dan dilaksanakan oleh masyarakat itu sendiri secara swadaya dan swakelola? </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Kursus bahasa Inggris dapat dibangun dengan “berbasis komunitas”, yakni masyarakat itu sendiri yang mengelolanya secara partisipasi terbuka. Kursus berbasis masyarakat dengan partisipasi terbuka, jauh lebih baik daripada kursus gratis yang dikelola oleh suatu lembaga yang terpusat. Kursus gratis semacam itu meminimalkan partisipasi dan tanggung-jawab masyarakat secara langsung, karena peserta kursus hanya menjadi ‘konsumen belaka’ atau ‘pengguna belaka’.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Model kursus berbasis komunitas dengan partisipasi terbuka tersebut, yang akan diuji-cobakan di jajaran Dinas Kesehatan Kota Bontang dengan mengikut-sertakan<span> </span>individu-individu yang bekerja di klinik praktek keluarga, puskesmas, KPAD, jamkesda, SBH (Saka Bakti Husada) dan sebagainya. Kursus semacam ini, memanfaatkan individu-individu yang ‘tahu’ dan ‘paham’ tentang tatabahasa secara baik (<em>correctly grammar</em>) dan bisa berbahasa Inggris (<em>speaking fluently</em>) untuk menjadi pengajar atau tutor. Khusus pada individu-individu yang ‘<em>correctly grammar’</em> dan <em>‘speaking fluently’</em>, diselenggarakan forum khusus berbahasa Inggris untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan bidang kesehatan atau masalah-masalah umum lainnya. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Forum khusus ini berupa diskusi, pembicaraan mendalam (<em>deep speaking</em>) atau dialog untuk membuat wacana khusus tentang bidang kesehatan. Alangkah bagusnya jika di Bontang, lahir pemikiran baru di bidang kesehatan, yang bisa diwacanakan dalam versi bahasa Inggris. Pemikiran baru di bidang kesehatan sampai sekarang masih tetap dikuasai pemikir-pemikir barat, meskipun pemikiran itu tak selamanya bisa diadopsi dalam konteks keindonesiaan. Betapa banyak pemikiran baru bidang kesehatan dari barat, yang susah diadopsi karena adanya kesenjangan wawasaan, kelemahan teknis dan juga otak yang <em>letoy</em> memikirkan reformasi bidang kesehatan. Bila forum diskusi berbahasa Inggris ala Dinas Kesehatan Bontang, dapat melahirkan pemikiran baru di bidang kesehatan, maka pastilah bisa merepresentasikan kebutuhan rakyat Indonesia dan bisa diadopsi oleh masyarakat Indonesia, bahkan untuk dunia berkembang pada umumnya. <em>So what next!</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Pemikiran kesehatan yang stagnan, <em>What’s up Doc?</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Pemikiran tentang Jamkesos/Jamkesda yang menjadi andalan dalam pelayanan kesehatan di Bontan, ternyata tidak lahir dari ‘pemikiran prihatin’ dari intelektual/pemikir Indonesia. Kurangnya ‘pemikiran prihatin’ pada pelayanan kesehatan, mengakibatkan tingkat kesehatan rakyat Indonesia tak menunjukkan peningkatan signifikan di era Orde Baru hingga pemerintahan sekarang. Korupsi di bidang pelayanan kesehatan juga memperparah kondisi ini. Sekarang ini, korupsi bidang kesehatan menempatkan Kaltim dalam peringkat ketiga se-Indonesia. Pelayanan kesehatan ala jamkesos/jamkesda diadopsi dari Barat pada ‘<em>Kapitalisme Kesehatan berwajah Humanis’</em> sebagaimana yang diterapkan pada <em>‘Kapitalisme Jalan Ketiga’ (Third Way Capitalism</em>). Belanda, Amerika dan Inggris, menerapkan ‘<em>Kapitalisme Kesehatan berwajah Humanis’</em> tersebut. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Kapitalisme yang mengambil praktek sosialisme dengan tampilan pelayanan humanistik tersebut, umumnya diterapkan pada bidang kesehatan ataupun bantuan kemanusiaan <em>(humanitarian aid). </em>Mengapa pemikir kesehatan atau kalangan akademis bidang kesehatan atau <em>health worker</em> itu sendiri, tak bisa memikirkan kebutuhan azasi bidang kesehatan itu? Mengapa mereka gagal ‘berpikir global bertindak local’ (<em>think globally act locally</em>) dalam mencari dan menemukan sendiri metode kesehatan yang secara paradoks, ‘berbasis lokal’ dari ‘pikiran lokal’ itu sendiri <em>(think locally act locally</em>). Mengapa ‘naskah akademis’ yang ditawarkan di Dinas Kesehatan Bontang, dalam &#8216;Sistem Kesehatan Daerah&#8217; (SKD) kelihatan biasa-biasa saja dibandingkan naskah serupa berbahasa Inggris dari negara barat yang bisa diakses secara <em>online</em>? <em>What’s up Doc?</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Dengan tingginya anggaran kesehatan di Bontang, maka pemikiran global mengenai kesehatan dengan tindakan lokal yang jitu, seharusnya juga meningkat. Keberhasilan pelayanan kesehatan di Bontang hanyalah ‘tiruan sempurna’ dan ‘mimetik sepenuhnya’ dari ‘<em>Kapitalisme Kesehatan berwajah Humanis’, </em>padahal Indonesia bukanlah negara kapitalis dan bukan juga negara sosialis? Ini paradoks, superparadoks atau hiperparadoks di bidang kesehatan?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">English forum 4 health workers force</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Bagi pegawai Dinas Kesehatan Kota Bontang, kegiatan ke luar daerah bertajuk studi banding dan kunjungan kerja, merupakan rutinitas mingguan dan bulanan. Studi banding (<em>comparative study</em>) dan kursus singkat (<em>short course</em>) juga biasa dilakukan oleh beberapa orang di jajaran ini. Dalam bulan November tercatat tiga orang yang keluar negeri dengan negara tujuan Australia dan Belanda yakni Adi Permana, SKM (Kepala Bidang Perencanaan), Jamila Suyuthi, SKM dan drg. WH. Agustin, M.Kes (Direktur KPAD Kota Bontang).<span> </span>Kegiatan berskala global tersebut tentu membutuhkan kemampuan berbahasa Inggris yang memadai dalam kriteria <em>correctly speaking and</em> <em>correctly writing,<span> </span></em>atau minimal ‘<em>could discussing in english’</em>. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Dengan membiasakan berdiskusi dengan membahas topik-topik tertentu secara sistematis dalam bahasa Inggris, maka kegiatan dinas keluar negeri tersebut, akan lebih mudah dalam mengadopsi pemikiran baru yang selama ini belum ada di Indonesia. Sebenarnya, bagi beberapa orang di jajaran Dinas Kesehatan, sejumlah spesialis di Bontang dan puluhan tenaga medis/paramedis, berbahasa Inggris bukan hal yang sulit. Masalahnya, mereka belum membentuk forum berbahasa Inggris, untuk membahas topik-topik terkini bidang kesehatan global, untuk diterjemahkan dalam praktek keindonesiaan. Masalah itu bisa dilumerkan dengan program <em>‘Community based English course Project’ </em>ini. Pelumeran ini butuh waktu lama, tapi setidaknya itu telah dimulai pada tahap dini.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Bahasa Inggris, bahasa planet bumi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Dalam pemilihan Duta HIV/AIDS yang diselenggarakan KPAD Bontang, terlihat kemampuan para peserta menyampaikan presentase dalam bahasa Inggris. Kemampuan yang mungkin di atas rata-rata para pelajar di Bontang, pada umumnya. Bila hanya sedemikian sedikit, pelajar-pelajar Bontang yang bisa menyampaikan pikiran, memberikan presentase atau berbicara bahasa Inggris di forum terbuka,<span> </span>maka betapa terbatasnya kemampuan mayoritas pelajar Bontang. Para finalis duta HIV/AIDS akan kita ajak untuk menjadi motivator dalam hal pengembangan kemampuan berbahasa Inggris. Mereka diharapkan dapat mempresentasikan wawasan dan informasi terkini yang mereka ketahui tentang HIV/AIDS. Kemampuan mereka secara literatif, semoga dapat memotivasi para pelajar dan para pembelajar lainnya. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Kesadaran betapa pentingnya kemampuan berbahasa Inggris disampaikan Nurintan Sekarsari, pelajar SMP YPK. Ia menyampaikan program yang berkisar pada pengembangan kemampuan berbahasa Inggris. Dalam presentasenya, ia menegaskan yakni bahasa Inggris sebagai bahasa planet bumi, yang membuat seseorang dapat bergaul dengan siapapun di belahan dunia lain, menuntun kepada ilmu pengetahuan tak bertepi, dan sebagai nilai tambah agar seseorang mendapatkan kesempatan lebih luas. Pelajar yang membiarkan rambut panjangnya terurai ke arah gravitasi lantai pendopo walikota Bontang itu, menyampaikan dengan tepat kegunaan berbahasa Inggris. Pernyataanya ini dipujikan oleh seorang pengajar bahasa Inggris dan direktur <em>Mabuhay English Foundation (MEF)</em>, Lena Roza, yang waktu itu tampil sebagai salah seorang juri dalam “Pemilihan Duta HIV/AIDS”.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Selain Intan yang mempresentasikan pentingnya kemampuan berbahasa Inggris, terdapat pula Phutrie (Mardhiyah Huurin) yang melakukan presentasenya dalam bahasa Inggris sepenuhnya (<em>full</em> <em>English loaded</em>). Ia mempresentasikan sebuah pengandaian tentang “<em>If I become The HIV Ambassador” </em>dengan sub judul <em>“HIV Attack”. </em>Keberanian personal untuk menyampaikan presentase berbahasa Inggris patut dibanggakan, karena ia satu-satunya yang melakukan hal tersebut, diantara tiga puluh finalis.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">SIKNAS ONLINE OR ‘SICKNESS’ ONLINE</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Kemampuan bahasa Inggris, sangat perlu untuk memahami berita dan informasi terkini mengenai kesehatan. Informasi tersebut umumnya masih berbahasa Inggris. Situs resmi Departemen Kesehatan RI, seringkali terlambat dalam menerjemahkan informasi-informasi terkini mengenai kesehatan. <em>PUSDATIN DEPKES RI (Pusat Data dan Informasi Departemen Kesehatan RI</em>) juga kedodoran mengikuti pergerakan informasi kesehatan terbaru yang sudah terindonesiakan. PUSDATIN sendiri lebih memilih untuk mem-<em>banned</em> (menghalangi) pergerakan informasi itu dengan menutup sejumlah situs-situs bebas, <em>social media</em> dan non-komersil. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Di era <em>Social Media</em>, PUSDATIN DEPKES RI melakukan <em>‘langkah mundur elektronik’</em><span> </span>dan menuju ‘<em>kegelapan sibernetik’</em>, dengan mem-<em>banned</em> semua situs-situs yang berbasis pada <em>Social Media </em>atau media berbasis <em>blo</em>g seperti <em>wordpress, blogspot</em>, dan sebagainya. Informasi kesehatan terbaru ada juga yang tertulis pada <em>Social Media,</em> yang bisa ditanggapi secara interaktif, <em>sharing of information</em>, <em>conference</em> dan sebagainya. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Jika lembaga resmi seperti <em>PUSDATIN DEPKES RI</em>, melakukan pembatasan informasi, maka satu-satunya cara menjebol informasi yang tertutupi yakni harus bisa berbahasa Inggris, akrab dengan dunia sibernetik, paling bagus lagi jika aktif dalam <em>Social Media </em>dengan menjadi<em> blogger</em>. Ini masalah terparah yang terjadi pada <em>SIKNAS Online (Sistem Informasi Kesehatan Online).</em> Masalah lainnya yakni fasilitas mahal dengan peralatan (<em>hardware</em>) standar Internasional, tak didukung oleh kehandalan administrator yang bertanggung-jawab penuh pada <em>contain </em>(isi) dan<span> </span>kontunuitas akses. <em>SIKNAS Online</em>, lebih sering <em>offline</em> dari pada <em>online</em>, sehingga lebih pantas disebut sebagai <em>SIKNAS Offline</em> atau secara plesetan disebut &#8216;<em>SICKNESS Online&#8217; </em>(Penyakitan Online). Peralatan mahal dan biaya akses perbulan yang teramat mahal sama sekali tak sebanding dengan isi, fungsi dan keefektifannya.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">‘Taste of language’</span></em></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"> (rasa berbahasa) yang menyehatkan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Bahasa Inggris masih menjadi bahasa teratas dalam penyampaian ilmu pengetahuan, termasuk bidang kesehatan. Kelemahan berbahasa Inggris dapat mengurangi akses untuk membaca buku-buku dan terbitan yang umumnya belum bisa diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Hal itu diperparah, bila terjadi penerjemahan yang buruk, yang tak sesuai dengan <em>taste of language</em> (rasa berbahasa) dari versi original buku-buku atau terbitan berbahasa Inggris tersebut. Ada sejumlah pemadanan kata yang sulit dilakukan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Pemadanan kata memang bisa disiati, dengan menyerap kosakata berbahasa Inggris tersebut ke dalam bahasa Indonesia, tapi bagaimana dengan ‘pemadanan makna’?. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Makna dalam bahasa bahasa Inggris, seringkali sulit dicarikan pemadannya, bila konteks dari kalimat tersebut belum pernah terpaparkan dalam realitas keindonesiaaan. Sebuah realitas, seringkali menjadi jembatan terbaik dalam menghubungkan makna sebuah kalimat yang pada mulanya terasa asing. Ini menjadi salah satu kesulitan dalam menerjemahkan secara teknis beberapa makna berbahasa Inggris, yang tak memiliki sebuah ‘realitas geografis’ dan &#8216;realitas kesehatan lokal&#8217;. Kesulitan yang bersifat perspektif itu, membuat pemikiran <em>original </em>dalam bahasa Inggris agak ‘temaram’ untuk diketahui<span> </span>dalam versi Indonesia. Bagi yang suka membaca filsafat (masalah kesehatan juga bisa difilsafatkan), maka sebuah makna dalam bahasa Inggris, seringkali terputus bagai ‘jembatan runtuh’ bila hendak diterjemahkan. Haruskah selalu berpikir ke arah <em>culdesack</em> (menemukan jalan buntu), bila selalu berada di ‘jembatan runtuh’ pemaknaan itu?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">‘Sok British’ everyday, Yes!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Cara gampang untuk bisa berbahasa Inggris adalah kesiapan berbahasa secara gado-gado, yakni berbahasa Inggris bercampur bahasa Indonesia. Tak mengapa bila terlihat ‘<em>sok British’</em>, karena sedikit-sedikit berbahasa Inggris, sedikit berbahasa Inggris. Berbahasa Inggris <em>kok</em> sedikit-sedikit! Campuran yang ‘sedikit-sedikit’ itu, bisa makin lama makin berkurang bila semakin banyak kosakata berbahasa Inggris yang bisa dikuasai. Program <em>‘English Day’</em> sebenarnya tak terlalu baik, bila hanya hari tertentu diwajibkan di areal sekolah untuk berbahasa Inggris. Lebih baik bila setiap hari berbahasa Inggris di sekolah, meskipun disana-sini bercampur dengan bahasa Indonesia. Berani berbicara ala ‘gado-gado’ dan <em>‘sok British</em>’ ini, yang akan diterapkan dalam pembelajaran bahasa Inggris versi berbasis komunitas tersebut. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Keberanian semacam ini, yang belum diterapkan di sekolah-sekolah di Bontang, karena <em>‘English Day’</em> lebih terasa sebagai paksaan dan keharusan, bukan suatu yang alami.<span> </span>Membaca teks dalam bahasa Inggris, lalu kemudian mengulas, membahas, mendiskusikan dan mendialogkannya, lebih baik terjadi secara alami, bukan suatu keterpaksaan dan kewajiban. Pelajar atau penuntut ilmu di Bontang bisa mengalami <em>‘stress negatif</em>’ atau <em>‘depresi literal</em>’, bila selalu belajar dalam keterpaksaan dan hanya memenuhi standar kewajiban belaka.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Tiga Penyakit yang belum terobati di Bontang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Di masa depan yang pasti akan terjadi (<em>the nextime future</em>) akan terjadi perubahan makna pada berbagai kosakata yang dipakai dalam ilmu kesehatan (terutama ‘kesehatan sibernetik’). Apa yang disebut sakit seperti <em>sick, Ill</em>,<span> </span>dan <em>ache, </em>bukan lagi bersifat fisik belaka<em>. </em>Seseorang yang menderita penyakit <em>(got sick),</em> bukan sekedar sakit secara fisik, tapi ‘menderita sakit karena tak bisa berbahasa Inggris’ (<em>got Englisick). Illiterate</em>, tak bisa lagi diartikan sebagai ‘buta hurup’, sebagaimana pengertian sekarang ini. <em>Illiterate</em> diartikan sebagai <em>‘ill-literate’</em> (sakit secara literasi) atau sakit karena tak bisa membaca literatur berbahasa Inggris. Istilah penyakit masa depan akan berubah menjad<em>i fall ill-literate, got ill-literate, </em>dan<em> took ill-literate</em>. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Suatu ketika, seseorang tak perlu lagi dicemaskan bila menderita <em>headache</em> (sakit kepala) atau <em>backache</em> (sakit pinggang), karena obat-obatnya sudah tersedia di apotik, baik yang bermerek atau generik. Di Bontang, melalui <em>Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah)</em>, pengobatan <em>headache</em> dan <em>backache,</em> dapat dilakukan secara gratis.<span> </span>Penyakit fisik seperti itu tak perlu menimbulkan masalah kecemasan bila dialami di Bontang. Kecemasan itu perlu ada, jika masyarakat Bontang menderita <em>literache </em>(sakit secara literasi<em>), </em>yang efeknya lebih ringan dari <em>‘ill-literate’</em>. <em>Literache</em>, hanya terjadi bila seseorang sesekali membaca literatur/buku, sedangkan <em>Ill-literate</em> terjadi bila memang jarang membaca literatur. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Masa depan dalam garis waktu linear yang disebut <em>‘future’</em>, pasti akan terjadi suatu hari nanti. Masa depan yang non-linear yang disebut <em>the nextime future</em>, sudah terjadi sekarang dan bukan pada suatu hari nanti. Sekaranglah waktu terbaik, mengubah masa depan Bontang, karena ‘masa depan’ sebenarnya kini juga sedang berlangsung tanpa pernah disadari. Tanpa kemampuan berbahasa Inggris, bukan seseorang hanya akan mengalami <em>‘future shock’</em> yang <em>futuristic</em>, tapi juga <em>‘futurisick’</em> (penyakit masa depan). <em>Don’t get futurisick, now!</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">‘Bontang Cerdas’ yang belum ‘<em>smart, intelect and critic’</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>‘Bontang Cerdas’, seharusnya meningkatkan partisipasi langsung masyarakat untuk mencerdaskan diri sendiri. Keterlibatan pemerintah yang teramat dominan dalam program ‘Bontang Cerdas 2010’, justru teramat memanjakan masyakarat. ‘Masyarakat manja’, yang sepenuhnya hidup dengan acuan dari pemerintah, susah untuk disebut sebagai masyarakat cerdas dalam kompleks ‘Bontang Cerdas’. Keengganan masyarakat untuk menata sendiri suatu cara untuk ‘cerdas’,<span> </span>menjadi persoalan mendasar di Bontang. ‘Pola pikir’ masyarakat belum begitu berubah secara umum, dan itu menghambat pencerdasan yang dicanangkan pemerintah. Memanjakan masyarakat dengan metode <em>public service</em>, akan merusak pola pikir masyarakat. <em>Public service</em>, seharusnya hanya untuk mereka yang masih terhitung miskin secara materi <em>(the have not)</em> dan bukan untuk mereka yang sudah kaya <em>(the have)</em>. Kalangan <em>the have</em>, masih menikmati apa seharusnya bukan milik mereka. <em>Public service</em> di bidang kesehatan, juga diambil alih dengan tidak sepantasnya oleh kalangan <em>the have</em> .</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Pola pemikiran, malah hampir tidak ada di Bontang. Mengubah ‘pola pikir’ ke arah ‘pola pemikiran’, masih butuh waku waktu panjang, meskipun sebenarnya bisa dimulai sekarang. Apa yang disebut ‘cerdas’ tersebut, ternyata hanya karena umumnya usia wajib belajar di Bontang, memang benar-benar aktif bersekolah. Cerdas, dalam artian ‘Bontang Cerdas’, bukan dalam pengertian <em>smart</em>, <em>intelect, </em>dan<em> critic. </em>Cerdas dalam ketiga pengertian itu, tak bisa dilakukan dengan dominasi bantuan pemerintah. Masyarakat harus merubah pola pikir, agar ketiga istilah kecerdasan itu benar-benar terjadi di Bontang. Masyarakat cerdas dalam artian <em>smart, intellect</em> dan <em>critic</em>, itulah yang telah memiliki ‘pola pemikiran’, dengan ‘pola pikir’ yang sistematis, metodis dan terstruktur.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Kursus dengan partisipasi terbuka dan berbasis masyarakat ini, diharapkan untuk tak menjadi <em>centripetal </em>(bersifat memusat) dan sepatutnya menjadi <em>centrifugal</em> (menjauhi pusat). Setiap komunitas mampu membuat kursus sendiri dan bertanggung-jawab dalam pencerdasan diri mereka sendiri. Cara berpikir dan bertindak ala<span> </span><em>centripetal</em>, dengan menjadikan pemrintah sebagai titik pusat acuan dalam pencerdasan, sebenarnya masih menjadi bagian dari keterbodohan atau kebodohan. Cara berpikir dan bertindak haruslah <em>centrifugal</em>, dengan perlahan-lahan mengurangi campur tangan pemerintah dalam hal pencerdasan diri. Komunitas yang otonom dan mandiri, wajib hukumnya melakukan cara berpikir dan bertindak yang <em>centrifugal.</em> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>‘Komunitas Bontang Cerdas’, harus meminimalkan ketergantungan pada pemerintah, baik dari ide maupun dari<span> </span>praktek dalam hal pencerdasan. Komunitas yang masih memiliki ketergantungan pada pemerintah, adalah masyarakat yang tidak berubah ‘pola pikir’-nya dan belum memiliki ‘pola pemikiran’. Memutuskan tali ketergantungan pada suatu program pemerintah dan menyelenggarakan sendiri program yang dikelola oleh komunitas itu sendiri, merupakan langkah alternatif yang bisa ditempuh, sekarang! Tak ada yang harus tertunda, bila tidak sekarang, untuk apa menanti hari esok? Hari ini secara nonlinear adalah hari esok itu sendiri.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">‘Perintah literal’ UUD 45 tentang pendidikan gratis</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Apa yang terjadi jika program ‘Bontang Cerdas’ tak dilanjutkan oleh<span> </span>pemerintahan selanjutnya, pasca dr. H. A. Sofyan Hasdam, Sp. S? Berhentikah program pencerdasan itu, bila sosok penguasanya telah berganti? Program pemerintah, seringkali hanya bagian dari ‘selera penguasa’ itu sendiri atau sebagai ‘menu kampanye belaka’, padahal pencerdasan rakyat merupakan ‘perintah literal’ UUD 45. Betapa banyak dari kalangan pemerintah daerah dari berbagai wilayah yang tak mentaati ‘perintah literal’ tersebut. Pemerintah Bontang, merupakan pengecualian dari ketidak-taatan itu, karena berusaha mewujudkan “Bontang Cerdas 2010”. Setelah ‘Bontang Sehat 2008’ terlampaui dalam <em>launching</em> bulan november/desember ini, maka ”Bontang Cerdas 2010’ sedang menunggu untuk di-<em>launching</em> juga, dua tahun mendatang. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>‘Sehat’ dan ‘Cerdas’, dua kombinasi terbaik yang tak lama lagi menjadi ‘suasana harian’ dan ‘ritual sehari-hari’ masyarakat Bontang. Apa yang akan dilakukan dengan bentuk partisipasi terbuka dan berbasis masyarakat ini, hanyalah suatu langkah kecil menuju masa peralihan dari waktu sekarang (<em>now)</em> menuju masa depan non linear <em>(the nextime future). </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Ostaf Al Mustafa M.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Anggota Redaksi MEDIA HUSADA, DINAS KESEHATAN BONTANG</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Alamat kontak </strong><a href="mailto:ostafalmustafa@yahoo.com">ostafalmustafa@yahoo.com</a><strong> dan akses <em>blog</em> pada </strong><a href="http://mediahusada.wordpress.com/">mediahusadabontang.wordpress.com</a>/<strong>. <em>Blog</em> ini bukan merupakan situs resmi penerbitan MEDIA HUSADA DINAS KESEHATAN BONTANG, hanya merupakan penampung tulisan yang belum sempat di muat dalam edisi cetak. Blog ini, untuk sementara belum dihiasi asesoris apapun, selain kumpulan-kumpulan tulisan belaka.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>BIODATA PESERTA</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">NAMA<span> </span>:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">ALAMAT<span> </span>:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">TEMPAT/TANGGAL LAHIR<span> </span>:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">NOMOR TELEPON<span> </span>:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">E-mail<span> </span>:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">PEKERJAAN<span> </span>:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">INSTANSI<span> </span>:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Perhatian: </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk memulai keterlibatan langsung dalam <em>“HEALTH UP YOUR ENGLISH</em>”, sebaiknya isi tulisan dan formulir ini diperbanyak sendiri secara individu atau kelompok, karena kegiatan ini tak memiliki dana untuk keperluan tersebut. Cara ini menunjukkan anda telah berpartisipasi langsung dalam aktivitas ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">PERTANYAAN DI BAWAH INI, MENJADI MASUKAN UNTUK MENGETAHUI KEBUTUHAN PESERTA DALAM HAL BERBAHASA INGGRIS</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Bagian manakah yang menurut Anda, yang tersulit dalam      memahami bahasa Inggris?</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><em><span>A.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></em><!--[endif]-->Tatabahasa (<em>Grammar)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;">Mengapa? Sebutkan permasalahannya!&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span>B.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Berbicara dalam percakapan sehari-hari (<em>Dayly Speaking</em>)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;">Mengapa? Sebutkan permasalahannya!&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><em><span>C.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></em><!--[endif]-->Berbicara dengan topik khusus dan mempresentasikan suatu topik (<em>Speaking in special topic and presentating an item in it)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;">Mengapa? Sebutkan permasalahannya!&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><em><span>D.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></em><!--[endif]-->Membaca teks dan mendiskusikannya <em>(Reading text and discussing the content in it)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;">Mengapa? Sebutkan permasalahannya!&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span>E.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Bila ada permasalahan lain, tolong uraikan……………………………………………………………..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">SETELAH FORMULIR INI DIISI, HARAP DIKEMBALIKAN PADA OSTAF AL MUSTAFA, Ruang PERENCANAAN DINAS KESEHATAN BONTANG atau kontak <a href="mailto:ostafalmustafa@yahoo.com">ostafalmustafa@yahoo.com</a><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:26pt;line-height:115%;">HEALTH UP YOUR ENGLISH NOW AND THEN!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediahusadabontang.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediahusadabontang.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediahusadabontang.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediahusadabontang.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediahusadabontang.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediahusadabontang.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediahusadabontang.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediahusadabontang.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediahusadabontang.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediahusadabontang.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediahusadabontang.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediahusadabontang.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediahusadabontang.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediahusadabontang.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=53&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/11/25/partisipasi-terbuka-kursus-bahasa-inggris-berbasis-komunitas-dalam-%e2%80%98health-up-your-english%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540cf78a757be836f07c6253a07bcd8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ostafalmustafa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ambulans masuk ruang sekret</title>
		<link>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/ambulans-masuk-ruang-sekret/</link>
		<comments>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/ambulans-masuk-ruang-sekret/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 03:12:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ostafalamustafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediahusadabontang.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Ruang sekret tampil beda, bukan hanya oleh pajangan daftar jadwal jaga dan jadwal pertandingan dari program excel, tapi oleh illustrasi mobil-mobil ambulans oleh Pak Agung. Sebagai sarjana psikologi, Pak Agung berhasil memainkan minat untuk melihat dan menyaksikan pajangan-pajanghan berbagai model ambulans secara karikaturistik. Illustrasi karikaturistik tersebut berhasil dalam ‘eye catching’ (memikat pandangan mata). Ilustrasi kreatif [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=51&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Ruang sekret tampil beda, bukan hanya oleh pajangan daftar jadwal jaga dan jadwal pertandingan dari program <em>excel</em>, tapi oleh illustrasi mobil-mobil ambulans oleh Pak Agung. Sebagai sarjana psikologi, Pak Agung berhasil memainkan minat untuk melihat dan menyaksikan pajangan-pajanghan berbagai model ambulans secara karikaturistik. Illustrasi karikaturistik tersebut berhasil dalam <em>‘eye catching’</em> (memikat pandangan mata). Ilustrasi kreatif memicu hasrat mata untuk melihat secara mendetail berbagai penugasan sopir ambulans, jenis mobil apa, ditugaskan di mana dan kapan ditugaskan. Semua detail yang berkaitan dengan ambulans bisa dilihat hanya dengan sekali kedipan mata. Bandingkan dengan pembacaan jadwal versi <em>excel</em> yang bisa membuat mata kelilipan, karena yang dilihat semua berupa kolom dan lajur yang berlapis-lapis. Seandainya apa yang dilakukan Pak Agung dengan ilustrasinya dapat diterapkan di sekolah, maka murid-murid pasti cepat mengerti. Semua sopir ambulans dan petugas sekret, sangat mudah mengerti apa yang dipajang dalam ilustrasi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Untuk memahami apa yang dipahami jadwal tugas ambulans dalam versi ilustrasi hanya perlu waktu sekitar lima detik. Jadwal tugas yang dibuat dalam format <em>excel </em>perlu waktu beberapa menit untuk memahaminya secara tepat. Bujur dan kolom <em>excel <span> </span></em>bisa mengelabui mata yang tak awas. Hasil olahan<span> </span>komputer, jauh lebih <em>ribet</em> daripada ilustrasi Pak Agung. Komputer tak selamanya membuat hidup jauh lebih simpel dan mudah, malah terkadang bikin repot juga. Kreatifitas individu secara langsung terkadang jauh lebih berisi dan bermakna daripada hasil produk komputer. Sesekali bebaskan hidup dari ketergantungan pada <em>Windows Microsoft because it’s windowsucks! </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Pekerjaan menempel jadwal cabor dan jadwal jaga di dinding dilakukan oleh Upik (Taufik Hidayat) dan beberapa petugas <em>sekret</em> yang enggan disebut namanya.Tempelannya cukup rapi dan menjadi asesoris penambah lengkap tempelan di dinding. Memang perlu mendongak agar bisa membacanya secara penuh. Leher bisa pegal bila terlalu mencermati setiap isi jadwal, dalam posisi mendongak. Mata gampang capek bila membaca seperti itu. Bagi yang enggan terlalu lama mendongak tempelan di dinding dan tak mau capek-capek, masih ada <em>‘shorcut’</em> (jalan pintas) yakni cukup berkata pada petugas sekret, “Tolong jadwal di-print-kan!” Jadwal yang telah di-<em>print</em> bisa dimasukkan ke dalam tas dan dibaca dalam posisi apa saja, tanpa perlu mendongak. Jika ada yang memasang jadwal tersebut di tempat lain, setinggi tempelan di <em>sekret</em>, maka tentu harus mendongak lagi. <em>Capek dech</em>!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediahusadabontang.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediahusadabontang.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediahusadabontang.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediahusadabontang.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediahusadabontang.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediahusadabontang.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediahusadabontang.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediahusadabontang.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediahusadabontang.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediahusadabontang.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediahusadabontang.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediahusadabontang.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediahusadabontang.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediahusadabontang.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediahusadabontang.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediahusadabontang.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=51&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/ambulans-masuk-ruang-sekret/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540cf78a757be836f07c6253a07bcd8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ostafalmustafa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>‘Bahasa yang sakit’ belakang punggung</title>
		<link>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/%e2%80%98bahasa-yang-sakit%e2%80%99-belakang-punggung/</link>
		<comments>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/%e2%80%98bahasa-yang-sakit%e2%80%99-belakang-punggung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 03:12:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ostafalamustafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediahusadabontang.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Baju yang didisain cukup atraktif dan warna meriah (ungu) diterima petugas LO (Liason Officer). Satu-satunya yang salah pada baju yang disablon ‘sok British’ yakni penulisan kepanjangan dari LO yang ditulis dengan sangat salah yakni ‘Liaison Officer’. Andai saja LO tersebut menghadapi atlet asing, maka mereka semua ‘sudah gagal dalam tugas’, justru sebelum mereka bertugas. Bila [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=49&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Baju yang didisain cukup atraktif dan warna meriah (ungu) diterima petugas <em>LO</em> <em>(Liason Officer</em>). Satu-satunya yang salah pada baju yang disablon <em>‘sok British’</em> yakni penulisan kepanjangan dari LO yang ditulis dengan sangat salah yakni ‘<em>Liaison Officer’</em>. Andai saja LO tersebut menghadapi atlet asing, maka mereka semua ‘sudah gagal dalam tugas’, justru sebelum mereka bertugas.<span> </span>Bila kepanjangan LO sudah salah, maka hal lain mungkin juga salah. Sebenarnya, <em>LO</em> <em>(Liason Officer) </em>sudah ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia yakni ‘Petugas Penghubung’, namun karena karena terjangkiti penyakit <em>‘sok British.exe’</em>, maka munculnya bahasa Inggris yang salah. Mereka kemudian tahu tentang kesalahan <em>‘sok British’</em> itu, maka disablonlah baju dengan tulisan yang benar, yakni ‘<em>Liason Officer’. </em>Sekarang ada yang perlu dipertanyakan, apakah petugas <em>LO</em> yang ‘<em>Liaison Officer’</em> dan <em>‘Liason Officer’ </em>beda pula tugasnya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="EN-US">‘Sok British’</span></em><span lang="EN-US"> yang ‘serba salah berbahasa’, bukan hanya pada baju seragam LO. Pada “Buku Saku Bidang Kesehatan”, kesalahan ‘sok <em>British</em>’ juga ada. Pada buku tersebut terdapat kosa kata dalam bahasa Inggris dan ‘<em>sok British’</em>. Buku saku itu memang cukup muntah-muntah dengan bahasa campur baur dan tidak pada tempatnya. Kosa kata berbahasa Inggris itu <span> </span>antara lain <em>mobile, ID Card, official, technical delegate, emergency, Medical Room, Medical Center, welcome party </em>dan<em> venues. <span> </span></em>Penggunaan bahasa Inggris dilakukan secara tidak sehat, karena sebenarnya sudah terdapat istilah yang sama dalam bahasa Indonesia. Mengapa harus serba Inggris dalam PON XVII, yang penontonnya bukan turis asing? <span> </span>Penggunaan kosa kata <em>‘sok British’</em> bisa dilihat pada kosakata <em>‘Medical Wisma’</em>. Dua kata tersebut menggunakan campuran antara bahasa Inggris (baca: <em>medical</em>) dan bahasa Indonesia serapan dari bahasa Sansekerta (baca: wisma). Di tengah penyehatan para atlet, tanpa disadari ada suatu penggunaan ‘bahasa yang sakit’, karena teramat ‘<em>sok British’</em>. Bila ‘bahasa yang sakit’ digunakan oleh pihak LO, mungkin tak mengapa! Bila ‘bahasa yang sakit’ digunakan secara resmi oleh Bidang Kesehatan PON XVII, maka siapa lagi yang benar-benar sehat di PON XVII?<strong></strong></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediahusadabontang.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediahusadabontang.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediahusadabontang.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediahusadabontang.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediahusadabontang.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediahusadabontang.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediahusadabontang.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediahusadabontang.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediahusadabontang.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediahusadabontang.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediahusadabontang.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediahusadabontang.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediahusadabontang.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediahusadabontang.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediahusadabontang.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediahusadabontang.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=49&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/%e2%80%98bahasa-yang-sakit%e2%80%99-belakang-punggung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540cf78a757be836f07c6253a07bcd8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ostafalmustafa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari makanan basi dan hingga basa basi</title>
		<link>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/dari-makanan-basi-dan-hingga-basa-basi/</link>
		<comments>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/dari-makanan-basi-dan-hingga-basa-basi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 03:11:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ostafalamustafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediahusadabontang.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[“Isi hati lelaki, seringkali berkaitan dengan isi perutnya!”, demikian tips utama yang harus dilakukan seorang istri untuk mencegah suaminya jajan di luar. Jika berkaitan dengan isi perut, maka janganlah suami diberi makanan basi. ‘Nasi kemarin’, yang kemudian dibuat menjadi nasi goreng, haruslah dipastikan jangan menjadi ‘nasi basi yang kemarin’. Bila ada bagian yang basi dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=47&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="EN-US">“Isi hati lelaki, seringkali berkaitan dengan isi perutnya!”,</span></em><span lang="EN-US"> demikian tips utama yang harus dilakukan seorang istri untuk mencegah suaminya jajan di luar. Jika berkaitan dengan isi perut, maka janganlah suami diberi makanan basi. ‘Nasi kemarin’, yang kemudian dibuat menjadi nasi goreng, haruslah dipastikan jangan menjadi ‘nasi basi yang kemarin’. Bila ada bagian yang basi dalam penyajian makanan, biarlah berupa basa-basi, bukan makanan basi. Tentu saja urusan makanan basi hingga basi-basi, lazim terjadi dalam rumah-tangga. Sosok yang paling memahami kedua hal ‘basi’ tersebut dalam lingkup domestik itu, seringkali dibebankan kepada perempuan. Bagaimana bila insiden makanan basi terjadi dalam dunia profesional, <span> </span>jauh di luar urusan domestik rumah tangga? Apa yang harus dilakukan para profesional di bidang gizi ketika harus berhadapan dengan ‘dunia perut’ dan ‘dunia rasa’ para atlet PON XVII? Bukan suatu kebetulan bila para profesional di bidang pengawasan gizi, ternyata semua perempuan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Dalam PON XVII, terdapat empat belas petugas gizi yang semuanya serba perempuan. Memang semuanya perempuan, tapi tak ada diskriminasi gender dan orientasi seksis dalam penugasan mereka. Mereka harus mengawasi segala hal yang berkaitan dengan kuliner, tanpa membedakan jenis kelamin para atlet dan ofisial. Dalam profesionalisme pengawasan gizi, memang tak ada batasan gender. Mereka harus mengawasi seribu tiga ratus tiga puluh sembilan orang di 17 titik pengawasan. Titik-titik pengawasan tersebut terdiri atas sebuah wisma, 15 hotel plus satu rumah. Wisma Atlet KM 3 Lok Tuan berada di posisi teratas dalam jumlah, karena ditempati enam ratus duabelas orang. Hotel Kutai Indah menempati urutan terbawah dalam hal jumlah hunian. Hotel tersebut dihuni sebanyak lima belas orang. Pengawasan gizi dilaksanakan ketika wajah matahari belum nampak di arah timur kota Bontang sekitar pukul 05.00 hingga selesai seluruh prosesi makan malam pada pukul 23.00. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="EN-US">Dalam rentetan waktu pengawasan gizi tersebut, muncullah ‘insiden kuliner’ berupa nasi kotak yang basi dan juga sajian prasmanan yang ditolak atlet. ‘Insiden kuliner’ terjadi di Wisma Atlet, ketika puluhan nasi kotak tidak direkomendasikan oleh petugas gizi untuk disantap para atlet. Pembasian itu, dimungkinkan terjadi karena makanan terlambat dikonsumsi para atlet. Pembasian secara normal berkaitan dengan cara pemilihan bahan mental, pengolahan, penyajian dan distribusi. Pembasian dalam konteks ‘insiden kuliner’<span> </span>di Wisma Atlet Loktuan tentu saja merupakan <em>human error</em>, yang bisa dilacak asal muasal ke-<em>error-</em>annya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="EN-US">Masalah makanan basi, sama sekali tidak bisa dituntaskan dengan basi-basi, sebagaimana dalam lingkup domestik rumahtangga. Tak ada basa-basi bila berkaitan dengan makanan basi para atlet. Tentu saja perlu adanya sikap tegas, tanpa kompromi dan meminimalkan toleransi untuk meloloskan makanan basi ke perut atlet. Sikap ini ditunjukkan oleh Hurriyani, SKM (Kasie Pengawasan dan Menu), sehingga puluhan nasi kotak yang dinyatakan <em>expired </em>(kadaluarsa) hanya menjadi asesoris di meja makan. Ketegasan dalam sikap profesionalisme sebagai ahli gizi, terjadi pada ‘insiden kuliner’ tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="EN-US">Ada juga anomali yang terjadi dalam ‘insiden kuliner’ tersebut, ketika serombongan atlet lelaki dari Riau, nekat mengambil paket nasi dos yang telah dinyatakan kadaluarsa. “Nggak apa-apa Bu!. Asal nggak mati aja!” ujar seorang atlet yang kemudian mengambil dua kantong besar berisi paket nasi kotak yang serba mencurigakan nilai gizinya. Mereka teramat berani menyantap nasi kotak kadaluarsa itu. Kasie Pengawasan dan Menu, tak bisa menolak hasrat makan para atlet tersebut. Mereka memang terlihat teramat lapar seusai pertandingan. Tentu saja, para atlet Riau itu benar, karena tak ada seorangpun mereka yang mati. Tak ada yang sakit sehubungan dengan ‘insiden kuliner’ malam itu. Jika saja ada yang jatuh sakit, karena nekat menyantap ‘makanan kadaluarsa’, mereka pasti ada yang ‘mati kutu’. Tak ada yang mati, tidak juga pada kutu!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="EN-US">‘Insiden kuliner’ tingkat tinggi terjadi Wisma Atlet Loktuan, ketika ofisial DKI menolak sajian prasmanan yang dicurigai menggunakan bahan makanan yang kadaluarsa (11/07/08, pukul 19.00 WITA). Insiden ini berlanjut ketika dua petugas ‘Pengawasan Sanitasi Lingkungan dan Pencegahan Penyakit’ yakni Marlina dan St. Sufiaty, SKM turun tangan mencari sumber pangan yang kadaluarsa itu. Pencarian sumber bahan makanan yang kadaluarsa berlangsung hingga 02.00 dini hari. Sampel bahan pangan, berupa ikan dan ayam yang diduga kadaluarsa tersebut kemudian dijadikan bukti untuk investigasi lebih lanjut.<span> </span>Ahmad Tale Haidar (Kasie Pengawasan Sanitasi Lingkungan dan Pencegahan Penyakit) bersama Marlina mendatangi Dinas Peternakan untuk memastikan secara fisik tingkat keamanan bahan pangan tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="EN-US">‘Insiden kuliner’ lanjutan tak terjadi lagi pasca 11 Juli 2008. Para pengusaha <em>catering</em> sudah tak berani lagi ‘main-main’ dengan urusan perut atlet. Kesembronoan menggunakan bahan makanan yang kadaluarsa atau yang tak memenuhi standar kesehatan, bisa menjadi bumerang pada kelanjutan usaha mereka sendiri. Para pengusaha tersebut, kemudian ikut turun langsung ke Wisma Atlet Loktuan untuk melihat sendiri kondisi ril pada sajian prasmanan. Urusan perut, bukan hanya di kalangan domestik rumah tangga, tapi juga pada dunia profesionalisme atlet. Isi hati atlet, mungkin tak berkaitan dengan isi perut, karena ada yang berani makanan nasi kota kadaluarsa. Seharusnya malam itu mereka bisa menolak makanan kadaluarsa itu, sebab masih ada cara lain untuk keluar dari rasa lapar yakni jajan. Tak ada waktu untuk jajan dan tiada alternatif untuk pengganti nasi kotak, sehingga makanan yang basi disantap tanpa opsi apapun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-variant:small-caps;" lang="EN-US"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediahusadabontang.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediahusadabontang.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediahusadabontang.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediahusadabontang.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediahusadabontang.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediahusadabontang.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediahusadabontang.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediahusadabontang.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediahusadabontang.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediahusadabontang.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediahusadabontang.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediahusadabontang.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediahusadabontang.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediahusadabontang.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediahusadabontang.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediahusadabontang.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=47&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/dari-makanan-basi-dan-hingga-basa-basi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540cf78a757be836f07c6253a07bcd8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ostafalmustafa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Desain kaos, tanpa disain apapun</title>
		<link>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/desain-kaos-tanpa-disain-apapun/</link>
		<comments>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/desain-kaos-tanpa-disain-apapun/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 03:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ostafalamustafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediahusadabontang.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Aturan baku pertama yang harus dipatuhi oleh semua yang mendapat jatah pembagian gratis, yakni “Terimalah dan tak perlu menggerutu!”. “Selama gerutuan tak berat diongkos, dan gratis, maka sebaiknya menggerutulah”, itu aturan baku yang kedua. Dengan menggunakan aturan baku yang kedua itulah, maka ‘wacana gerutuan’ ini pun ditulis. Gerutuan itu dimulai ceritanya pada baju kaos yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=45&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Aturan baku pertama yang harus dipatuhi oleh semua yang mendapat jatah pembagian gratis, yakni “Terimalah dan tak perlu menggerutu!”. “Selama gerutuan tak berat diongkos, dan gratis, maka sebaiknya menggerutulah”, itu aturan baku yang kedua. Dengan menggunakan aturan baku yang kedua itulah, maka ‘wacana gerutuan’ ini pun ditulis. Gerutuan itu dimulai ceritanya pada baju kaos yang diterima petugas <em>sekret</em> dan tim medis/paramedis. Desain baju terburuk pada baju kaos gratis<span> </span>dipakai oleh petugas <em>sekret</em> dan tim medis/paramedis. Selain tanpa disain, kualitas kaos juga yang sangat rendah. Petugas <em>sekret</em> menerima baju berwarna hijau tua, sedangkan tim medis/paramedis mendapat kaos warna merah. Kaos itu sepertinya didisain tanpa ‘disain apapun’. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Memang semua yang gratis, harus seperti<span> </span>itu yakni selalu tanpa disain. Bukankah disain selalu punya harga, padahal yang hendak dibagikan hanya <em>gratisan</em>! Jadi untuk apa didisain? Dengan sebuah sablon buram bergambar logo PON XVII di bagian kantong, maka makin lengkaplah disain ‘tanpa disain’ itu. Baju gratis tersebut, tak diterima oleh setiap orang di <em>sekret.</em> Satu-satunya bagian yang berharga dari kaos itu, karena tak semua orang di <em>sekret</em> memilikinya. Kaos gratis itu diproduksi dengan budjet yang minim, sehingga jumlahnya tak mencukupi dan berkualitas rendah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediahusadabontang.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediahusadabontang.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediahusadabontang.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediahusadabontang.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediahusadabontang.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediahusadabontang.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediahusadabontang.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediahusadabontang.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediahusadabontang.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediahusadabontang.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediahusadabontang.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediahusadabontang.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediahusadabontang.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediahusadabontang.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediahusadabontang.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediahusadabontang.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=45&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/desain-kaos-tanpa-disain-apapun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540cf78a757be836f07c6253a07bcd8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ostafalmustafa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dokter Andi Anwar, dokter sekret menembus barikade hujan</title>
		<link>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/dokter-andi-anwar-dokter-sekret-menembus-barikade-hujan/</link>
		<comments>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/dokter-andi-anwar-dokter-sekret-menembus-barikade-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 03:10:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ostafalamustafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediahusadabontang.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Sepatu Dokter Andi Anwar, selalu saja basah oleh lelehan air AC. “Hari ini sudah ada jadwal volly?” begitu pertanyaan standar yang diajukannya bila bertandang ke sekret setiap sore. “Belum ada, dok! Tapi sudah dihubungi via email!” Tak ada jadwal yang bisa diperoleh dari pihak penanggung-jawab cabor bersangkutan, meskipun hari- hari pertandingan semakin dekat. Jadwal terbang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=43&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">Sepatu Dokter Andi Anwar, selalu saja basah oleh lelehan air AC. “Hari ini sudah ada jadwal volly?” begitu pertanyaan standar yang diajukannya bila bertandang ke </span><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">sekret </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">setiap sore. “Belum ada, dok! Tapi sudah dihubungi via email!” Tak ada jadwal yang bisa diperoleh dari pihak penanggung-jawab cabor bersangkutan, meskipun hari- hari pertandingan semakin dekat. Jadwal terbang layang, sepakbola, tennis meja dan takraw juga tak bisa diperoleh dengan cepat. Keterlambatan perolehan jadwal dari cabor-cabor tersebut, juga memperlambat kerja lainnya seperti penyusunan jadwal jaga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">tim medis, daftar obat dan sebagainya. Situs resmi </span><span lang="EN-US"><a href="http://http/www.%20Pon2008.com"><span style="font-family:&quot;">www. Pon2008.com</span></a></span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:blue;" lang="EN-US"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">hanya memberikan jadwal cabor secara umum. Jadwal percabor sama sekali tak ada dalam situs tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">Dokter Anwar, setiap sore datang ke </span><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">sekret </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">memastikan adanya jadwal atau juga memberikan daftar para dokter yang siap terlibat dalam kegiatan nasional tersebut. Jadwal pertama yang bisa diperoleh lewat email yakni dari cabor volly. Jadwal yang sering dijanji-janji untuk diberikan ke </span><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">sekret, </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">namun tak pernah ada yakni dari cabor takraw. Beberapa kali kontak pertelepon dilakukan terhadap panpel cabor ini, namun janji tetaplah janji. Beberapa keterlambatan dalam pekerjaan kesekretariatan maupun penyusunan tim jaga <em>venues </em>yang dilakukan dokter Anwar, karena jadwal yang diperoleh, sangat terlambat. Mas Pardi (Supardi), <em>Mbak</em> Upi (St. Sufiati, SKM), Bu Diana (Diana Nurhayati, Amd. Keb. Sekretaris PB ), Zul, <em>Mbak</em> Indra (Indrawati, bagian Administrasi &amp; Asuransi) dan Mas Alif (Sinar Alif Mulyadi, koordinator sekretariat) terlibat keras dalam pencarian jadwal tersebut. Entah apa yang dikerjakan para petugas cabor, hingga jadwal terlalu telat untuk disusun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">Keterlambatan pihak </span><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">sekret </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">mendapatkan jadwal cabor, karena memang panitia cabor bersangkutan memang tidak siap bergerak cepat menyusun jadwal. Sebenarnya, pekerjaan menyusun jadwal teramat mudah, hanya diperlukan koordinasi dengan beberapa pihak yang berkaitan dengan lokasi <em>venues </em>(tempat-tempat pertandingan).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">Air dari AC masih terus menetes, sedangkan hujan bulan Juli juga tak berhenti meneteskan butir-butir air dari lengkungan awan. Dari balik siraman hujan di suatu sore, dokter Anwar kembali mengajukan pertanyaan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">“Jadwal sudah ada ya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">“Jadwal sudah ada dok, tapi tidak ada kopiannya!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">“Itu saja, nanti saya </span><em><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">scan</span></em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">!” Di luar hujan mulai sedikit berkurang, tapi masih bisa membuat baju basah kuyup hanya dalam lima belas langkah. Dokter Anwar mengambil jadwal yang sudah ada, lalu menembus barikade dinding air menuju kantor Jamkesos. Disana sudah ada Mas Andre (Andreas Kurniawan), yang diharapkan bisa memperbanyak jadwal dengan </span><em><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">scanner</span></em><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">Setiap sore, sepulang kerja dari RSUD, dokter Anwar pasti selalu datang ke </span><em><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">sekret</span></em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">. Ia dokter </span><em><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">sekret </span></em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">paling tersibuk dalam segala hal. Ia mampu bekerja di </span><em><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">sekret</span></em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">, ketika lampu masih menyala, sama baiknya ketika lampu PLN </span><em><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">byarpet</span></em><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">alias mati lampu. Ia menyusun daftar jaga, menata dokumen <em>ID card</em> dalam ruang sekret yang temaram, karena lampu yang padam. Hanya dengan dengan sisa cahaya matahari yang masih tersisa di ujung sore, sang dokter </span><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">sekret </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">tersebut, mampu menyelesaikan penataan dokumen secara baik. Setelah semuanya dikumpulkan dalam satu kumpulan berkas, ia pun pamit. “Esok saya kembali! Begitu janjinya. Ia pun melangkahkan kaki dari ruang </span><em><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">sekret</span></em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US"><span> </span>yang buram dan temaram. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">Ada jejak basah dari kedua tapak sepatunya. Mungkin itu bagian dari tetesan air AC yang berpadu dengan air dari langit. Saat menembus barikade dinding air hujan, memang sepatunya agak basah. Ia pulang sore itu, kembali ke RSUD. Janjinya untuk kembali ke </span><em><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">sekret</span></em><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">keesokan harinya, dititipkan pada penjaga </span><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">sekret</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">. Sebenarnya tanpa titipan janji pun, dokter Anwar pasti kembali ke ruang berair dan ‘tempat basah’ itu. Ia akan kembali kesini, selalu demikian rutinitas di setiap sore.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediahusadabontang.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediahusadabontang.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediahusadabontang.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediahusadabontang.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediahusadabontang.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediahusadabontang.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediahusadabontang.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediahusadabontang.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediahusadabontang.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediahusadabontang.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediahusadabontang.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediahusadabontang.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediahusadabontang.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediahusadabontang.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediahusadabontang.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediahusadabontang.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=43&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/dokter-andi-anwar-dokter-sekret-menembus-barikade-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540cf78a757be836f07c6253a07bcd8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ostafalmustafa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>‘Kehidupan pagi’ hingga ‘kehidupan malam’ di sekret</title>
		<link>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/%e2%80%98kehidupan-pagi%e2%80%99-hingga-%e2%80%98kehidupan-malam%e2%80%99-di-sekret/</link>
		<comments>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/%e2%80%98kehidupan-pagi%e2%80%99-hingga-%e2%80%98kehidupan-malam%e2%80%99-di-sekret/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 03:10:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ostafalamustafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediahusadabontang.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Bila jadwal jaga di medical center RSUD, medical wisma di Loktuan dan medical room di Klinik PNS menggunakan shift, maka tidak demikian halnya di sekret. Disini petugas sekret bekerja tanpa shift dan menyalahi durasi kerja yang telah ditetapkan International Labour Organisation (ILO) atau Organisasi Buruh Sedunia. Standar waktu kerja yang ditetapakan ILO dan sejumlah serikat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=41&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Bila jadwal jaga di <em>medical center</em> RSUD, <em>medical wisma</em> di Loktuan dan <em>medical room</em> di Klinik PNS menggunakan <em>shift</em>, maka tidak demikian halnya di <em>sekret</em>. Disini petugas <em>sekret</em> bekerja tanpa <em>shift dan </em>menyalahi durasi kerja yang telah diteta<em>pkan International Labour Organisation (ILO) </em>atau<em> Organisasi Buruh Sedunia</em>. Standar waktu kerja yang ditetapakan ILO dan sejumlah serikat buruh di Indonesia maksimal 8 jam. Standar waktu kerja itu tak berlaku selama pelaksanaan PON XVII. Ada yang bekerja di <em>sekret</em> mulai dari ¼ <em>shift</em>, ½ <em>shift</em>, 1 <em>shift, 2 shift</em> hingga 3 <em>shift</em>. Petugas yang berada di <em>sekret</em> selama 3 <em>shift</em>, tentu saja menjalankan ‘kehidupan pagi’ hingga ‘kehidupan malam’ di tempat yang sama. Para petugas itu malah menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari, juga dari jendela yang sama. <em>Sekret</em> hanya berjendela satu, itu satu-satunya tempat melongok dunia luar selama 3 <em>shift</em> tersebut. Jendela satu-satunya itu, sering ditetesi air bocoran AC yang jatuh ke kepala. Melihat matahari pagi dengan kepala yang basah, itulah permulaan dari ‘kehidupan pagi’ di <em>sekret</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">‘Kehidupan siang’ berlanjut dengan pengantaran paket makanan siang. Makan siang harus tiba tepat pada pukul 11.00, karena<span> </span>bila terlambat maka bisa menjadi masalah<span> </span>yang sensitif. Persoalan perut memang sangat sensitif, karena keterlambatan ½ jam, selalu saja diikuti suara ‘minta makan’ melalui HT. Sebenarnya yang sering terlambat makan, justru pihak <em>sekret</em> yang bertugas mengambil dan mendistribusikan makanan. Merekalah yang paling terakhir menikmati makan siang. Ketika semua orang sudah kenyang, mereka malah baru mulai meniatkan doa makan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">‘Kehidupan malam’ di mulai ketika ayam mulai rabun penglihatannya sekitar pukul 19.00. Tak semua ayam-ayam itu, masih bisa melihat kandangnya, karena ada yang telah menjadi bagian lauk dari paket makan malam. Kehidupan malam telah berjalan ketika paket makan malam telah dinikmati oleh semua pihak yang bertugas di <em>medical c</em>entre, <em>medical room </em>dan<em> medical wisma</em>. Tentu saja, pada setiap episode kehidupan malam itu,<span> </span>tugas di sekret bukannya makin berkurang. Pada tengah malam, data-data yang diterima dari surveilan harus di-<em>entry</em> lagi, agar besok secara lengkap bisa terkirim ke Dinas Kesehatan Kaltim. Kesibukan tak menyusut di waktu malam, sebab persiapan kerja untuk menyambut pekerjaan keesokan harinya ditata secermat mungkin di ‘kehidupan malam’ tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediahusadabontang.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediahusadabontang.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediahusadabontang.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediahusadabontang.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediahusadabontang.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediahusadabontang.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediahusadabontang.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediahusadabontang.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediahusadabontang.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediahusadabontang.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediahusadabontang.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediahusadabontang.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediahusadabontang.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediahusadabontang.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediahusadabontang.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediahusadabontang.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=41&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/%e2%80%98kehidupan-pagi%e2%80%99-hingga-%e2%80%98kehidupan-malam%e2%80%99-di-sekret/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540cf78a757be836f07c6253a07bcd8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ostafalmustafa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>‘Mendayung bersama’ sebelum ‘layar terkembang’</title>
		<link>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/%e2%80%98mendayung-bersama%e2%80%99-sebelum-%e2%80%98layar-terkembang%e2%80%99/</link>
		<comments>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/%e2%80%98mendayung-bersama%e2%80%99-sebelum-%e2%80%98layar-terkembang%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 03:09:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ostafalamustafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediahusadabontang.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Layar permainan olahraga PON XVII yang berlangsung di Bontang, tidak hanya terkembang sejak awal upacara pembukaan (6/0708). Aktivitas ‘bessai berinta’ (mendayung bersama) untuk kesuksesan PON XVII Bidang Kesehatan, telah dimulai ‘jauh-jauh hari’ bahkan ‘jauh-jauh bulan’ sebelumnya. Hitungan mundur menuju kesiapan pelaksanaan PON XVII telah dimulai pada bulan April dan menukik tajam di bulan Mei. Sejumlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=39&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Layar permainan olahraga PON XVII yang berlangsung di Bontang, tidak hanya terkembang sejak awal upacara pembukaan (6/0708). Aktivitas <em>‘bessai berinta’</em> (mendayung bersama) untuk kesuksesan PON XVII Bidang Kesehatan, telah dimulai ‘jauh-jauh hari’ bahkan ‘jauh-jauh bulan’ sebelumnya. Hitungan mundur menuju kesiapan pelaksanaan PON XVII telah dimulai pada bulan April dan menukik tajam di bulan Mei. Sejumlah aktivitas untuk penyuksesan PON tersebut, secara umum telah semakin diperkuat sebulan sebelum pembukaan PON.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, dr.Hindar Jaya, Sp.OG menjabat sebagai Ketua Bidang Kesehatan Sub PB PON XVII 2008. Dr.Hindar Jaya, Sp.OG mengintruksikan agar seluruh pihak yang berkaitan dengan bidang kesehatan berpartisipasi langsung dengan kegiatan nasional tersebut. Instruksi itu secara resmi dibuktikan dengan adanya SK Pengurus Bidang Kesehatan Sub PON XVII. Sebelum dan selama masa pelaksanaan PON tersebut, dr.Hindar Jaya, Sp.OG langsung melakukan peninjauan ke lokasi <em>venues.</em> Lokasi tersebut, merupakan tempat interaksi langsung antara petugas kesehatan dengan atlet, terutama pada saat pertandingan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Ketersediaan beberapa peralatan dan obat-obatan juga diawasi secara langsung sebelum didistribusikan ke <em>medical room</em> dan <em>medical wisma</em>. Gudang Dinkes di lantai satu, menjadi sasaran perhatiannya untuk memastikan ketersediaan beberapa alat kesehatan. Sejumlah peralatan yang sebelumnya, belum pernah digunakan sama sekali, kemudian ‘keluar gudang’. Aktivitas ‘cuci gudang’ berupa pengeluaran semua peralatan yang dapat dipergunakan untuk PON, juga bagian dari keterlibatan dr.Hindar Jaya, Sp.OG. Kunjungan siang dan malam secara kontinyu dilakukan pula ke sekretariat (selanjutnya ditulis<em> sekret)</em>. Ban bocor pada ambulans, bahkan juga menjadi bagian dari detail dari titik perhatiannya. Tak ada yang lolos dari ‘mata elangnya’, termasuk juga memberikan obat pada Nanang dan Mujiatman, petugas kebersihan Dinkes Bontang. Keduanya menderita sakit pada masa kepanitian tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Hierarki kedua pada kepanitiaan di perhelatan besar tersebut dipegang secara <em>ex-officio</em> oleh dr. I Gusti Suardika, sebagai Wakil Ketua I. Ia saat ini menjabat sebagai Kepala RSUD Kota Bontang. Pada PON XVII, RSUD Kota Bontang menjadi rumah sakit rujukan. Hierarki ketiga dipegang oleh Syahrun Rangkuti, <em>Kabid Yankes</em> (Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan) Dinkes Bontang. Sejumlah personil bidang Yankes, memegang peranan utama selama kepanitiaan PON. Secara khusus, kepanitiaan yang terkait dengan PON memang berhubungan dengan pelayanan kesehatan yang dibidangi Syahrun Rangkuti. Pelayanan kesehatan tersebut diantaranya mempersiapkan lingkungan yang sehat; makanan dan minuman yang hiegienis yang sesuai standar;<span> </span>dan menanggulangi terjadinya berbagai penyakit, cidera dan kecelakaan akibat olaharga dan kecelakaan lainnya. Selanjutnya, kepanitiaan secara langsung ditangani Diana Nurhayati, Amd. Kep, sebagai Sekretaris. Seluruh aktivitas kepanitiaan, berjalan di bawah arahan perempuan kelahiran Bali, 3 September 1962 tersebut. Perempuan yang masih terlihat <em>‘forever young</em>’ ini, yang paling tahu secara langsung pergerakan dan aktivitas seluruh panitia. Kehadirannya di sekretariat telah dimulai ketika ruang Unit Kegiatan Sekolah (UKS) di Dinkes, dirombak menjadi ruang sekretariat PON. Pagi, siang dan sore, ia menyambangi sekretariat untuk memastikan semua aktivitas berjalan secara tuntas. Wakil Sekretaris dijabat oleh Nur Ilham Ahmad, SKM. Lelaki kelahiran Makassar ini, baru saja menikmati <em>honeymoon</em> (bulan madu) saat PON XVII berlangsung. Selama masa PON XVII, sang istri tercinta sering diajak bertandang ke <em>sekret</em>. Jika ada orang paling berbahagia di antara puluhan lelaki yang hilir mudik di <em>sekret</em>, maka pastilah orang itu Nur Ilham Ahmad, SKM. Ia tentu saja, bisa dimasukkan daftar orang paling bahagia di dunia, selama masa-masa indah <em>post-honeymoon</em> (pasca bulan muda). Oh, andaikan saja daftar itu, memang benar-benar ada!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Kegiatan PON XVII, tentu saja tak lengkap tanpa adanya <em>sekret</em> dan dana. Kesektariatan digawangi oleh Sinar Alif Mulyadi. Sekret merupakan basis utama kerja, pusat informasi,<span> </span>sekaligus sebagai ‘ruang nol centimeter’. Makna dari ‘ruang nol centimeter’ yakni segala hal ikhwal kegiatan besar PON XVII, pasti dimulai dari ruang tersebut, bahkan hingga masalah terkecil sekalipun. Langkah pertama dari ‘nol centimeter’ pada segala penugasan, pastilah dimulai dari ruang sekret. Sinar Alif Mulyadi yang kini merupakan staf pada bidang Yankes (Pelayanan Kesehatan), sebelumnya berkarir di Puskesmas Tanjung Laut. Ia termasuk tipe ‘pekerja keras’, karena urusan-urusan yang keras seperti mengangkat peralatan kantor seperti meja dan kursi ikut juga dilakoninya. Dalam pendistribusian alat-alat yang berkaitan dengan operasional petugas doping, ia juga ikut terlibat mengangkat <em>refrigator.</em> Apalagi barang yang lebih keras daripada <em>refrigator</em>, untuk seorang pekerja keras seperti dirinya? Urusan yang berkaitan dengan PON, dijalaninya bukan hanya di Bontang, tapi juga hingga ke Samarinda. Penyetoran berkas ID Card, pengambilan ID Card, membawa peralatan doping hingga mencari boneka maskot PON merupakan pekerjaan tambahan untuknya di Samarinda.<span> </span>Pencarian tiga boneka maskot dilakukan di beberapa tempat penjualan boneka di Samarinda, namun gagal didapatkan. Tak ada lagi tiga boneka berbentuk ikan pesut, burung enggang dan orang utan, yang dijual di Samarinda pasca selesainya PON. Rupanya boneka tersebut cukup laris manis selama masa pelaksanaan PON.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Khusus masalah dana, segala jenis pembiayaan maupun honor seluruh panitia ditangani oleh ibu r. Patmiarsih, yang bertindak sebagai bendahara. Petugas kesehatan yang membutuhkan bahan bakar hingga urusan apapun yang berkaitan dengan rupiah, harus sepengetahuannya. Manajemen ‘pembukuan satu pintu’ pada nota bahan bakar, menjadi salah satu bukti bahwa tak ada pembiayaan yang terjadi tanpa sepengetahuannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Khusus para atlet yang mampu masuk ke semifinal maupun final, ada seseorang yang punya urusan langsung dengan mereka. Bachtiar, S. Sos. M, Kes menjadi daftar teratas, sebagai orang terdepan yang menangani calon pemenang atau para pemenang. Para pecundang atau atlet yang kalah, tak bakal berurusan dengannya. Bachtiar, S. Sos. M, Kes berkedudukan sebagai <em>Ketua Bidang Doping </em>atau<em> sub koordinator Bontang </em>yang menangani penggunaan zat terlarang atau metode terlarang di kalangan atlet. Ditangannyalah terpegang tanggung-jawab pada <em>“Program Monitoring Tahun 2008”</em>. Program ini berkaitan dengan stimulan dan narkotik, yang dipergunakan di dalam dan di luar kompetisi. Kriteria keabsahan pencapaian prestasi para pemenang dan calon pemenang, salah satunya ditentukan oleh tak adanya penggunaan ‘Zat Terlarang’ atau ‘Metode Terlarang’. Kemenangan bisa dianulir, bila secara syah terbukti terbukti dalam penggunaan doping. Mengumpulkan urin atau air kencing para atlet yang bakal menjadi pemenang, menjadi urusan teratas baginya. Sosok yang harus bekerja dekat-dekat dengan WC ini, tentu paling mengakrabi semua jenis urin atlet yang berlaga di semifinal maupun final. Apakah bau pesing dari air najis itu tidak mengganggunya? Tentu saja tidak, karena itu merupakan pekerjaan dari seorang profesional.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Tenaga medis seperti dokter, termasuk unsur yang sangat menentukan kesehatan atlet. Kesehatan seluruh personil yang terlibat langsung dalam pertandingan, menjadi urusan urusan teratas para tenaga medis. Pihak medis, berkaitan langsung dengan Bidang Kesehatan Lapangan, Bidang Kesehatan Venues, Kesehatan Wisma, <em>Medical Center</em> dan Bidang Rujukan Medis. Ketua Sub Bidang Kesehatan Lapangan dipegang oleh dr. I Wayan Suparta. Bersama dr. Sofyan Hasdam Sp. S dan dr. Hindar Jaya Sp. OG, ia dikenal pula sebagai salah seorang tokoh di balik keberadaan dan pelaksanaan Jamkesos (Jaminan Kesehatan Sosial) di Bontang. Tugas tim Kesehatan Lapangan diantaranya mengkoordinir pelayanan kesehatan atlet, <em>official</em>, tamu VIP/VVIP dan masyarakat penonton pertandingan maupun mengkoordinir pelayanan kesehatan atlet dan <em>official</em> di wisma/hotel/tempat penginapan.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Tim Kesehatan Venues</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> dipimpin oleh dr. Andi Anwar Arsyad, sebagai <em>Kasie Kesehatan Venues.</em> Dirinyalah yang mengkoordinir para petugas jaga <em>venues</em>. Dalam <em>“Pedoman Pelayanan Kesehatan PB PON XVII 2008 Kalimantan Timur”,</em> disebutkan tentang sejumlah aspek pelayanan <em>venue</em>s. Dalam pedoman tersebut dinyatakan<em>, “Pelayanan Kesehatan venues dilakukan di Medical Room yang terletak di setiap venues pertandingan dan perkampungan atlet yang akan memberikan pelayanan P3K, kasus-kasus emergency bagi atlet, official, wasit dan panitia (mempunyai ID Card) yang memberikan bantuan.”</em> Dr. Andi Anwar Arsyad secara langsung terlibat sebagai petugas jaga pada <em>venue</em> cabor Volly di Bontang Lestari. Pasca pertandingan pertama <em>Volly</em>, hasil kerja kerasnya mendapat pujian ‘empat bintang’<span> </span>dari Panitia Besar PON XVII. Kesiapan tim kesehatan yang berada di bawah pimpinannya ditunjukkan dengan kesiapan penuh para personil, peralatan dan obat-obatan. Dalam tim kesehatan pada cabor volly, keberadaanya didampingi oleh </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">dr. Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Dr. M. Thoufik Hidayat menjabat sebagai <em>Kasie Medical Wisma</em> dan dr. Wijayanto bertindak sebagai <em>Ketua Medical Centre. Medical Wisma </em>atau<em> Pelayanan Kesehatan Wisma </em><span> </span>dimaksudkan untuk memberikan pelayan medis kepada atlet, <em>official</em> dan tamu yang menginap di tempat penginapan selama berlangsungnya PON. Pelayanan Kesehatan di wisma dilaksanakan di <em>medical room</em>, baik di wisma itu sendiri maupun di klinik PNS. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Pelayanan Kesehatan di <em>Medical Center </em>bertujuan memberikan pelayanan kesehatan tindak lanjut secara cepat dan tepat bagi atlet, <em>official,</em> wasit dan panitia (yang mempunyai <em>ID Card</em>) yang datang langsung maupun yang dirujuk dari <em>Medical Room</em>. <em>Medical Center</em> merupakan pusat rujukan pertama/pra rumah sakit dari <em>Medical Room</em> di <em>venues</em> dan atau di hotel/wisma yang memberikan pertolongan pertama menanggulangi penyakit/cedera. <em>Medical Center</em> memberikan pelayanan secara komprehensif dan dibuka selama pelaksanaan PON XVII dengan memberikan pelayanan apotek dan penyediaan alat kesehatan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Dr. Nurul Fathoni, M. Kes, menjabat sebagai <em>Ka. Sub. Bid. Kesehatan Rujukan</em> dan dr. Retno Noegrahani, M. Kes menjabat sebagai <em>Kasie Rujukan Medis. </em>Pada bidang ini ditetapkan RSUD Bontang sebagai rumah sakit rujukan. Pelayanan di rumah sakit tersebut berupa perawatan tindak lanjut rawat inap<em> </em>dan operasi bagi atlit<em>,</em> <em>official,</em> wasit yang mempunyai tanda pengenal/<em>ID Card</em> dengan membawa surat rujukan dari <em>Medical Room, Medical Center</em>, wisma, hotel atau perkampungan atlet.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Dalam menunjang tugas tim medis/paramedis disediakan pula fasilitas ambulans. Khusus untuk pelaksanaan PON XVII ini, seluruh ambulans yang ada di puskesmas disatukan di kantor Dinkes Bontang. Dari tempat inilah, ambulans didistribusikan dan selalu ‘siap tanggap’ di <em>Medical Wisma, Medical Room </em>dan<em> Medical Center</em>. Agung Ardiyanto, S. Psi bertindak sebagai Ka.Sub.Bid. Ambulans, dengan pusat kerja di ruang <em>sekret</em> PON XVII. Seluruh potensi sopir yang bekerja di Puskesmas, RSUD, PMI, Dinkes Bontang, berada dalam arahannya. Lelaki berkaca mata yang pencinta mobil <em>Volks Wagen </em><span> </span>dan hobbi mancing ini termasuk seorang yang sangat kreatif dalam memberikan jadwal tugas para sopir. Papan informasi jadwal tugas para sopir, dibuat dengan menggambar mobil ambulans secara karikatural. Dengan cara itu para sopir langsung dapat mengetahui waktu <em>shift</em> penugasan<span> </span>maupun wilayah kerjanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Dalam debutnya sebagai koordinator para sopir ambulans, ia melakukan juga tugas lain yang cukup menantang dan memicu hormon adrenalin. Kala itu terjadi insiden dalam cabor terbang layang, ketika salah satu pesawat dinyatakan ‘hilang’. Dengan mengendarai ambulans 118, ia bersama Upik (Taufik Hidayat) dan Om Gun (A. Fattah Guntur) langsung menjadi tim <em>SAR (Search and Rescue)</em> dadakan. Usaha mereka bertiga, sukses menemukan pesawat yang keluar jalur tersebut. Agung Ardiyanto, S. Psi dan <em>driver</em> andalan <em>sekret</em> A. Fattah Guntur plus Upik merupakan tiga personil Dinkes yang pertama menemukan pesawat terbang layang yang jatuh diantara rawa-rawa payau <em>Sekendis</em>. Pesawat naas itu <span> </span>dikemudikan atlet Kaltim Dwi Sasongko. Beruntung Agung menunjuk <em>Om Gu</em>n sebagai driver, mengingat jalan yang tidak mungkin dilalui oleh ambulance 118 jenis <em>KIA Travello</em>. Kehandalan Om Gun sebagai sopir senior, berhasil melibas semua penghalang, sehingga pesawat tersebut dapat ditemukan. Tak kalah serunya, karena detik-detik penemuan itu diabadikan dalam video <em>handphone </em>nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Pada saat pelaksanaan PON, mayoritas ambulans Puskesmas, kurang terawat dengan baik, karena interior mobil yang dilapisi debu cukup tebal. Debu yang tebal juga menjadi petunjuk dasar bahwa semua mobil ambulans perlu perawatan intensif pada bagian interior. Pada saat menjemput tim kesehatan cabor Volli, yang pulang malam setelah bertugas di Bontang Lestari, terlihat betapa lusuhnya interior salah satu ambulans. Dr. Anwar menyapu debu tebal di kursi ambulans dengan tapak tangan kanannya. Di bawah temaram lampu interior ambulans, telapak tangannya terlihat hitam, karena ketebalan debu tersebut. Ambulans yang secara umum terlihat bersih dan peralatan yang terawat baik hanya pada ambulans 118. Inilah salah satu ambulans andalan yang selalu ‘siap tanggap darurat’ di depan <em>sekret</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Ambulans 118 rupanya sangat spesial, karena dr. Hindar Jaya, Sp. OG secara langsung memberikan instruksi khusus mengenai pemakaiannya, bahkan juga kriteria utama yang harus dipenuhi oleh supirnya yang wajib berkriteria ‘senior’. Ke-spesial-an ambulans ini dibuktikan dalam pencarian pesawat terbang layang, yang sempat hilang dari jalur yang semestinya. Ambulans yang dikendarai secara bergantian oleh dua supir ‘senior’ itu, ternyata memang berhasil membuktikan kehandalannya di lapangan. Tak berlebihan, bila </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, dr.Hindar Jaya, Sp.OG memang memberi perhatian khusus pada Ambulans 118. Insting ‘mata elang’ dr.Hindar Jaya, Sp.OG, berhasil melihat sisi khusus yang hanya dipunyai ambulans 118. Sebuah sisi yang<span> </span>melebihi ambulans lainnya, yang selalu berdebu tebal pada bagian interiornya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Masalah administrasi dan asuransi, ditangani oleh Jamila Suyuthi, SKM, sebagai Ka. Sub. Bidang Administrasi dan Asuransi. Pihak yang memperoleh tanggungan asuransi kesehatan yakni atlet, <em>official</em>, wasit, <em>technical delegate</em>, tamu undangan dan panitia pelaksana. Mereka yang sakit, mengalami kecelakaan dan sebab-sebab lain yang berhubungan dengan kesehatan, pastilah berkaitan dengan asuransi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">A. Rachman Ali menjabat sebagai <em>Ka. Sub. Bid. Lingkungan Pencegahan Penyakit &amp; Makan Minum</em>. Tujuan dari bidang ini yakni mencegah terjadinya penyakit pada atlet, <em>official</em>, wasit dan semua unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Tugas yang dilaksanakan diantaranya pelaksanaan <em>fogging</em> di lokasi hunian atlet dan lokasi venues. <em>Fogging</em> meruapakan usaha pengawasan dan pengendalian <em>vektor</em> atau pembawa penyakit seperti nyamuk, lalat dan kecoa. Tujuan lain dari bidang ini yakni menciptakan lingkungan penyelenggaraan yang sehat dan bersih. Tugas yang diemban oleh<span> </span>A. Rachman Ali<span> </span>dan timnya ditunjang oleh petugas yang melaksanakan ‘pengawasan sanitasi lingkungan dan pencegahan penyakit’. Ahmad Hale Haedar, menjabat sebagai ‘<em>Kasie Pengawasan Sanitasi Lingkungan dan Pencegahan penyakit’</em>. Bidang ini berkaitan dengan pengawasan lingkungan dan makanan dan minuman. Pengawasan juga dilakukan pada lingkungan wisma, <em>venues</em>, perkampungan atlet dan hotel. Pelaksanaan tugas bidang ini pada bulan Mei, Juli dan Juli. Dalam kegiatan PON ditempatkan sebelas petugas Kesehatan Lingkungan, yang mengawasi 17 lokasi. Lokasi-lokasi tersebut ditempati seribu tiga ratus tiga puluh sembilan orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Pengawasan Gizi dan Menu dipimpin Hurriyani, SKM. Petugas gizi sebanyak empat belas orang ditempatkan di 17 lokasi. Petugas gizi menangani secara detail segala hal yang berkaitan dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi atlet. Cara penyajian makanan, ketersediaan peralatan makanan, jadwal makan, maupun gizi yang terkandung pada makanan diawasi oleh petugas Pengawasan Gizi dan Menu. Petugas gizi dan menu yang secara langsung berinteraksi dengan atlet, setiap kali jadwal makan berlangsung. Dalam petugasan inilah, kemudian terjadilah salah satu ‘insiden kuliner’ berupa penolakan atlet DKI Jakarta terhadap makanan yang disajikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Stadion Bontang Lestari telah hening dan wisma atlet telah senyap. Hanya ada spanduk yang telah dicat hitam pada bagian maskot, yang masih terpasang di Wisma Atlet Loktuan. Hanya angin, hujan, embun yang bisa melapukkan spanduk usang itu, langsung dari tiang gantungannya. Para pecundang dan pemenang telah kembali ke daerah masing-masing. Ada atlet yang membawa kekesalan, kekalahan dan sisa-sisa kelelahan mental hingga hari ini. Memang selalu tak ada pesta, tepuk tangan dan teriakan histeria bagi para pecundang. Ada juga atlet yang terpampang bangga di media dalam pose para juara. Uang, bonus dan medali menyertai para pemenang. Di saat para olahragawan berpesta untuk menyambut kemenangan dan menampik kelelahan, petugas kesehatan justru sibuk untuk menjaga kesehatan para ‘biang pesta itu’. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Ketika pesta para olahragawan itu usai, para pekerja kesehatan kembali melakukan ritual harian untuk bekerja di kantor masing-masing. Mereka yang pernah berada di belakang dan di depan layar PON XVII, kembali melakukan aktivitas <em>‘bessai berinta’</em> pada tugas-tugas yang lain. <em>“Semua pesta pasti akan usai!”</em>, itulah ketentuan yang selalu terjadi. Akan tetapi hingga ‘upacara pesta penutupan’ PON dilaksanakan oleh Wapres Jusuf Kalla, sama sekali tak ada ruang, waktu dan tempat pesta untuk panitia kesehatan. Perahu kembali berlayar menuju pantai berbeda atau lautan aktivitas lainnya. Dr. Hindar Jaya, Sp. OG, sebagai nakhoda beserta para ‘anak buah kapal’ siap menunaikan serial pelayaran baru dengan bergabung dalam <em>sequel ‘bessai berinta’ </em>episode 2,3 dan seterusnya. Selama laut masih bergaram dan keringat tetap terasa asin, <em>‘bessai berinta</em>’ tetap terjadi di jajaran Dinas Kesehatan Bontang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediahusadabontang.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediahusadabontang.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediahusadabontang.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediahusadabontang.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediahusadabontang.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediahusadabontang.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediahusadabontang.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediahusadabontang.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediahusadabontang.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediahusadabontang.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediahusadabontang.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediahusadabontang.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediahusadabontang.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediahusadabontang.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediahusadabontang.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediahusadabontang.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=39&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/%e2%80%98mendayung-bersama%e2%80%99-sebelum-%e2%80%98layar-terkembang%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540cf78a757be836f07c6253a07bcd8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ostafalmustafa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pawang hujan ternyata juga basah kuyup</title>
		<link>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/pawang-hujan-ternyata-juga-basah-kuyup/</link>
		<comments>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/pawang-hujan-ternyata-juga-basah-kuyup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 03:08:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ostafalamustafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediahusadabontang.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Selama pelaksanaan PON XVII, ternyata ada juga usaha untuk memindahkan hujan dari lokasi venue ke lokasi lainnya. Usaha itu sama sekali tak manjur, karena hujan tetap saja turun, sekeras shower di kamar mandi. Kisah ini diceritakan Pak Agung (Agung Ardianto, S. Psi, Kasie Ambulans), berdasarkan apa yang dialami atlet Banten. Cerita itu dimulai ketika paket [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=37&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">Selama pelaksanaan PON XVII, ternyata ada juga usaha untuk memindahkan hujan dari lokasi </span><em><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">venue</span></em><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">ke lokasi lainnya. Usaha itu sama sekali tak manjur, karena hujan tetap saja turun, sekeras </span><em><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">shower </span></em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">di kamar mandi. Kisah ini diceritakan Pak Agung (Agung Ardianto, S. Psi, Kasie Ambulans), berdasarkan apa yang dialami atlet Banten. Cerita itu dimulai ketika paket antaran makanan tiba di wisma atlet. Melihat hal itu, rasa lapar juga bergejolak di usus 12 jari pawang hujan. Kepada panitia ia mendesak untuk diberi jatah makan. “Mana jatah makan saya?” tanyanya. Belum sempat, permintaan dan pertanyaannya dipenuhi, atlet Banten menimpali, “Lho, di daerah saya pawang hujan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">itu berpuasa. Bila ia berbuka, maka hujan pun turun!” Di saat PON XVII, baru saja pawang minta jatah sarapan, hujan langsung turun. Hujan pasti akan lebih deras bila ia berbuka puasa pagi itu. Memangnya ada puasa yang berbuka pagi hari dengan sarapan nasi kotak?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">Kisah kedua tentang turunnya hujan selama PON XVII disinyalir akibat konflik internal sesama pawang hujan profesional dari Guntung versus Bontang Kuala. Pawang hujan dari Guntung, memindahkan awan ke arah Bontang Kuala. Pemindahan hujan dilakukan, karena di wilayah Guntung akan diadakan pesta adat oleh komunitas orang Kutai. Pawang Hujan di Bontang Kuala tak terima kiriman awan ke wilayahnya, karena akan diadakan pembukaan pesta laut pada 8 Juli 2008. Bontang Kuala harus terbebas dari hujan selama diadakannya pesta laut yang akan berlangsung selama sepekan. Sang pawang Bontang Kuala kemudian mengirim balik awan-awan itu ke lokasi semula, akibatnya hujan pun turun di Guntung. Pawang Guntung tak terima, lalu mengirim kembali awan itu ke Bontang Kuala. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">Perseteruan itu terjadi tidak terlalu lama, lalu keduanya membuat ‘kesepakatan telepatik’ agar sebaiknya awan dikirim ke wilayah lain yang tak berkaitan dengan pesta adat Guntung dan pesta laut Bontang Kuala. Lokasi yang dipilih yakni daerah <em>venue</em> terbang layang dan sekitarnya. Hujan yang turun di <em>venue</em> terbang layang, membuat lokasi tersebut becek dan berlumpur. Pertandingan kemudian dipindahkan ke Santan-Marangkayu, suatu daerah yang masih bebas dari limpahan awan kiriman dua pawang hujan tersebut. Sampai pertandingan usai dan dilakukan upacara pemberian medali, lokasi <em>venue</em> terbang layang memang masih menyisakan ‘kisah-kisah basah’ dari dua pawang hujan tersebut. Di <em>venue</em> terbang layang, memang tanah masih berlumpur dan bisa menenggelamkan sepatu kantoran ala <em>pentopel</em> dan sepatu berhak tinggi. Seribu titik lumpur dapat bergerombol di telapak sepatu dengan mudah di tanah becek tersebut. Gadis-gadis cantik berpakaian adat Dayak dan Bontang, yang bertindak sebagai <em>mc (master of ceremony</em>) dan pembawa medali, memilih untuk tak bersepatu dan beralas kaki apapun. Kaki-kaki halus itu menapak lantai lapangan terbang itu dan mondar-mandir membawa nampan medali. Hanya sekitar radius 3-5 meter dari lokasi pemberian, tanah becek menanti untuk melumpuri tapak-tapak kaki gadis–gadis berpakaian adat itu. Kaki-kaki halus itu akhirnya terkena juga tanah becek, yang harus dilaluinya sebelum masuk ke mobil jemputan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-US">Pada momentum pemberian medali itu, terlihat hadir Kepala Dinas Kesehatan, dr. Hindar Jaya, <em>Sp.OG</em> beserta <em>Om Gun</em> ( Abdul Fatah Guntur). Beberapa saat kemudian menyusul juga Emil, seorang lagi petugas sekret yang tak teridentifikasi, Mbak Zen (</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Zennidar Aulia Nashira) dan Pak Agung. Di deretan kursi tim medis, nampak dr. M. Firmansyah. Ambulans Askes terparkir beberapa meter dari lokasi pemberian medali. Didalamnya terlihat petugas medis dan anggota PMI. Pak Hasbi, sopir ambulans dari RSUD berbaring santai di dalam ambulans. Saat pemberian medali, suasana cukup gerah dan matahari bersinar terik. Tak terlihat barisan awan gelap di atas lapangan terbang layang. Pada hari itu juga, dua pawang telah menghentikan pengiriman hujan di sekitar <em>venue</em> . Itulah hari paling cerah dan terik selama diadakannya pertandingan cabor terbang layang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediahusadabontang.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediahusadabontang.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediahusadabontang.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediahusadabontang.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediahusadabontang.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediahusadabontang.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediahusadabontang.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediahusadabontang.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediahusadabontang.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediahusadabontang.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediahusadabontang.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediahusadabontang.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediahusadabontang.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediahusadabontang.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediahusadabontang.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediahusadabontang.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=37&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/pawang-hujan-ternyata-juga-basah-kuyup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540cf78a757be836f07c6253a07bcd8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ostafalmustafa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perburuan makanan basi 02.00 dini hari</title>
		<link>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/perburuan-makanan-basi-0200-dini-hari/</link>
		<comments>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/perburuan-makanan-basi-0200-dini-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 03:08:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ostafalamustafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediahusadabontang.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar pukul 23.00 WITA pintu mushalla Dinkes Bontang digedor Emil, seorang petugas sekret yang berada didalamnya, sontak kaget, “Ada apa?” tanyanya. “Atlet DKI di Wisma Atlet Loktuan menolak makanan yang telah disajikan dalam bentuk prasmanan. Makanan dianggap tak layak disantap!” ujarnya. “Jadi kita ngambil sampel makanan itu? Emil menjawab, “Kita temui dulu Bu Lina dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=35&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Sekitar pukul 23.00 WITA pintu mushalla Dinkes Bontang digedor Emil, seorang petugas <em>sekret</em> yang berada didalamnya, sontak kaget, “Ada apa?” tanyanya. “Atlet DKI di Wisma Atlet Loktuan menolak makanan yang telah disajikan dalam bentuk prasmanan. Makanan dianggap tak layak disantap!” ujarnya. “Jadi kita ngambil sampel makanan itu? Emil menjawab, “Kita temui dulu Bu Lina dan Mbak Upik, untuk memastikan apa yang harus dilakukan!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Ketukan di pintu mushalla di latar belakangi pada suatu kabar buruk kuliner di Wisma Atlet, Loktuan. Pada 11 Juli 2008, pukul 19.00 WITA, pihak offisial DKI Jakarta melaporkan pada Tim Gizi tentang lauk ikan yang sudah busuk.<span> </span>Tim Gizi yang dipimpin Hurriani, SKM (Kasie Pengawasan Gizi dan Menu) melakukan beberapa tingkatan tahapan sebagai respon terhadap laporan ofisial DKI Jakarta. Tahapan itu yakni mencicipi makanan tersebut, mengambil sampel, dan melaporkan pada petugas sanitasi. Bu Lina dan Mbak Upi yang merupakan petugas Pengawasan Sanitasi Lingkungan dan Pencegahan Penyakit, kemudian melaporkannya ke <em>sekret</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Malam itu di <em>sekret</em>, sudah ada Bu Lina dan Mbak Upik yang membahas masalah di Wisma Loktuan bersama Mas Alif. Bu Lina dan Mbak Upik beberapa saat kemudian Emil, seorang agen sekret, Bu Lina dan Mbak Upik meluncur ke arah komples PKT menuju sebuah rumah makan. Di depan rumah makan itu, mobil di parkir. Seorang satpam yang agak curiga dengan keberadaan empat orang itu, langsung menghampiri dengan menyodorkan beberapa pertanyaan. Bu Lina, Mbak Upik dan Emil langsung merespon kecurigaan satpam tersebut, dengan menjelaskan keberadaan mereka di tempat itu. Satpam PKT yang tadi curiga itu, malah ikut terlibat pula bersama ‘Tim Sekret XVII’ mencari sumber pangan yang diduga merupakan bahan lauk dari prasmanan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Pengambilan sampel itu memakan waktu sekitar 2 jam. Dalam durasi itu, tim harus menunggu pihak yang bertanggung-jawab sekitar satu jam dalam penyediaan makanan tersebut. Pada mulanya orang tersebut tersebut enggan datang, namun setelah diberi pengertian melalui saluran HP, ia pun datang. Sebelumnya, ia hanya meminta <em>security </em>rumah makan yang berjaga disana untuk membuka <em>freezer</em>. Isi <em>freezer</em> dibongkar untuk mengambil sampel yang diinginkan berupa ikan. Pembongkaran isi <em>freezer</em> oleh satpam, tak mendapatkan sampel yang diinginkan. Setelah datang pemilik rumah makan tersebut, maka acara bongkar-bongkar mendapatkan hasil. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Dari kompleks PKT, tim bergerak ke arah jalan KS. Tubun. Di sana tim menuju sebuah rumah seorang pemilik <em>catering</em>, yang juga menjadi penyedia makanan untuk atlet. Disini, sang pengusaha <em>catering</em> langsung meminta tim untuk mengambil dan melihat keseluruhan isi <em>freezer</em>. Sang pengusaha <em>catering</em> tersebut merupakan seorang ibu sangat ramah dan cantik, malah menyiapkan juga minuman hangat dan kue.<span> </span>Sekitar setengah jam lebih, sang ibu yang sangat kooperatif itu menjelaskan kronologis datangnya daging ayam sebanyak tiga karung. Tiga karung ayam tersebut, dibawa dari Samarinda tanpa menggunakan <em>box</em> berpendingin. Tentu saja, lapisan es pada ayam-ayam kemudian mencair. Daging ayam telah mengadakan perjalanan cukup jauh, dengan kondisi yang memenuhi syarat penyimpanan. Ayam itu berada satu tempat dengan minyak goreng. Ketika daging ayam itu disimpan di freezer, es pada ayam tersebut telah mebeku.<span> </span>Ia tak menggunakan daging-daging ayam tersebut sebagai lauk, karena ia tak percaya dengan kualitasnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Pada saat mengadakan wawancara tersebut, datang pula Mas Alif dengan Adel. Keduanya tentu saja ikut pula menikmati sajian dini hari itu. Daftar pertanyaan makin bertambah dengan adanya Mas Alif, karena ada beberapa yang harus dikonfirmasikan berkaitan dengan alur transportasi daging ayam, cara penyimpanan dan kondisi daging yang disajikan pada atlet. Daging ayam tersebut berasal dari Bogor kemudian didistribusikan ke Balikpapan, Samarinda maupun ke Bontang. Cukup jauh jarak tempuh perjalanan daging ayam tersebut, hingga akhirnya batal mengisi perut para atlet PON XVII di Bontang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediahusadabontang.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediahusadabontang.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediahusadabontang.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediahusadabontang.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediahusadabontang.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediahusadabontang.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediahusadabontang.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediahusadabontang.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediahusadabontang.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediahusadabontang.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediahusadabontang.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediahusadabontang.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediahusadabontang.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediahusadabontang.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediahusadabontang.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediahusadabontang.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediahusadabontang.wordpress.com&amp;blog=4837595&amp;post=35&amp;subd=mediahusadabontang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediahusadabontang.wordpress.com/2008/09/13/perburuan-makanan-basi-0200-dini-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540cf78a757be836f07c6253a07bcd8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ostafalmustafa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
