Riwayat pembuatan ID Card
Tujuh langkah arah kiri WC, terdapat dua meja yang beberapa detailnya sudah rusak. Detail yang rusak berupa laci, kaki meja dan pada bagian sudut-sudutnya. Di meja itu, terdapat satu set komputer yang senyap dan hening, karena tak dilengkapi speaker. Disitulah, Mas Agus mengetik nama-nama calon petugas sekret, petugas venues, petugas medical centre dan petugas medical wisma. Nama-nama itu yang kemudian disortir oleh dokter Anwar dan Nur Ilham Ahmad, SKM (Wakil Sekretaris). Dari keseluruhan formulir yang disebar sekitar 300 lembar, terdapat dua ratus lebih nama yang tercatat di data sekret. Panitia yang menangani Sub PB PON XVII Bidang Kesehatan Bontang sebanyak tujuh puluh empat orang, sebagaimana yang SK ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Bontang, dr. Hindar Jaya, Sp. OG.
Mereka yang disortir tersebut, yang kemudian menangani 24 jam pekerjaan-pekerjaan di sekret. Emil Salim, termasuk petugas yang berjaga di sekret sampai 3 shift. Ia hanya berhenti bekerja dalam partisi 24 jam, ketika makan, minum, mandi dan tidur. Ia serba bisa dalam menangani semua tugas tugas apapun. Ia bertugas sebagai tukang ketik, cuap-cuap di depan pesawat, supir ambulans, mendata nama-nama obat, mengantar makanan, penjaga sekret, mencuci mobil ambulans dansebagainya. Ia mulai mendaftar sebagai petugas sekret, saat bertandang ke villa dr. Hindar Jaya, Sp.OG di Bontang Kuala. Villa itu terletak di depan Café Kapal. Begitu namanya tercatat dalam daftar calon petugas sekret, ia langsung bertugas selama 3 shift. Lima orang petugas Jamkesos (Jaminan Kesehatan Sosial) yakni Andreas Kurniawan, Abdul Halim, Adhel, Kukuh dan Haidir Syam juga termasuk orang yang terlibat di kepanitiaan. Secara resmi, Kukuh bertugas sebagai supir ambulans, sedangkan keempatnya berjaga di sekret.
Nama-nama yang tercatat dalam data base sekret, kemudian diantar ke PB PON XVII di Samarinda. Ada juga yang terkirim melalui email. Dari Samarinda inilah, kemudian Bu Diana, Mas Alif dan Mbak Indra mengambil paket ID Card yang disediakan PB PON XVII. Paket ID Card dari Samarinda tak mencukupi, sehingga pihak sekret memproduksi pula ID card. Produksi ini, juga untuk menggantikan ID card yang hancur karena hujan. ID card pertama kali hancur di lapangan sepakbola, sebagaimana yang dialami anggota-anggota PMI yang bertugas di cabor sepakbola. Titik-titik air kembalimenunjukkan geliatnya, bukan hanya di sekret tapi juga di venue (tempat pertandingan) sepakbola.Dari air kembali ke air, begitula kegiatan paling basah di bulan Juni ini.
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
- PARTISIPASI TERBUKA KURSUS BAHASA INGGRIS BERBASIS KOMUNITAS Dalam ‘HEALTH UP YOUR ENGLISH’
- Ambulans masuk ruang sekret
- ‘Bahasa yang sakit’ belakang punggung
- Dari makanan basi dan hingga basa basi
- Desain kaos, tanpa disain apapun
- Dokter Andi Anwar, dokter sekret menembus barikade hujan
- ‘Kehidupan pagi’ hingga ‘kehidupan malam’ di sekret
- ‘Mendayung bersama’ sebelum ‘layar terkembang’
- Pawang hujan ternyata juga basah kuyup
- Perburuan makanan basi 02.00 dini hari
- Pimpinan tanpa ‘remote control’
- Riwayat pembuatan ID Card
-
Tautan
-
Arsip
- November 2008 (1)
- September 2008 (25)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS