mediahusadabontang

Just another WordPress.com weblog

Pimpinan tanpa ‘remote control’

Seringkali pimpinan mengendalikan bawahannya dengan ‘remote control’ seperti mengeluarkan perintah dari telepon genggam, HT (Handy Talky) atau juga melalui ‘perintah berjenjang’ (menginstruksikan kepada seseorang untuk menyampaikan sebuah intruksi). Dalam ‘perintah berjenjang’, terjadi ‘instruksi kwadrat’ yakni isi perintah telah berlipat dua, karena ada orang kedua yang turut serta memberikan ‘instruksi ganda’. Instruksi semacam ini biasanya, sering tak direspon oleh bawahan, karena instruksi menjadi bias dan menjadi suatu ‘kalimat tidak langsung’. Pimpinan bisa disalahpahami semua instruksinya, bila kewenangannya tersampaikan secara ‘remote control’. Pimpinan yang baik seharusnya bisa langsung mendatangi bawahannya, karena instruksi langsung tersampaiakn secara mendetail hingga titik dan koma. Kepemimpinan yang buruk terjadi, bila pemimpin lebih memilih cara yang hiperbossy dan memerintah bawahan secara ‘remote control’. Hiperbossy yakni seorang pimpinan telah melewati batas-batas kenormalan sebagai pemimpin, karena instruksinya telah terwakilkan kepada seseorang yang seolah-olah menjadi ‘pimpinan bayangan’. Pimpinan yang bertabiat hiperbossy biasanya menjalankan instruksi via ‘remote control’ secara rutin dan berkala.

Selama masa pelaksanaan PON XVII, ‘Kosong Satu Dinkes’ atau pimpinan tertinggi Dinas Kesehatan Bontang, pasti selalu ada di sekret. ‘Kosong Satu Dinkes’ menyaksikan secara langsung apa yang seharusnya telah dan sedang dilaksanakan. Tiap malam, dr. Hindar Jaya, Sp. OG pasti berada di sekret memberikan instruksi secara langsung dari tangan pertama. Cara itu sangat efektif dan efisien dalam mengatasi berbagai kerumitan dan kesulitan kerja. Tak ada instruksi yang bias atau ‘pesan yang terpecah’, karena semuanya disampaikan dengan pola ‘kalimat langsung’ dari ‘Kosong Satu Dinkes’. Kehadiran pimpinan di ruang yang sama dan minum kopi dari merek yang serupa, bisa mencairkan semua masalah saat itu juga. Tak ada masalah, yang menimbulkan masalah baru, bila pimpinan selalu ada untuk mengorek solusi yang masih tertimbun. Ketika PON XVII usai, maka selesai pula semua urusan tanpa ada masalah yang tertinggal.

September 13, 2008 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.