Desain kaos, tanpa disain apapun
Aturan baku pertama yang harus dipatuhi oleh semua yang mendapat jatah pembagian gratis, yakni “Terimalah dan tak perlu menggerutu!”. “Selama gerutuan tak berat diongkos, dan gratis, maka sebaiknya menggerutulah”, itu aturan baku yang kedua. Dengan menggunakan aturan baku yang kedua itulah, maka ‘wacana gerutuan’ ini pun ditulis. Gerutuan itu dimulai ceritanya pada baju kaos yang diterima petugas sekret dan tim medis/paramedis. Desain baju terburuk pada baju kaos gratis dipakai oleh petugas sekret dan tim medis/paramedis. Selain tanpa disain, kualitas kaos juga yang sangat rendah. Petugas sekret menerima baju berwarna hijau tua, sedangkan tim medis/paramedis mendapat kaos warna merah. Kaos itu sepertinya didisain tanpa ‘disain apapun’.
Memang semua yang gratis, harus seperti itu yakni selalu tanpa disain. Bukankah disain selalu punya harga, padahal yang hendak dibagikan hanya gratisan! Jadi untuk apa didisain? Dengan sebuah sablon buram bergambar logo PON XVII di bagian kantong, maka makin lengkaplah disain ‘tanpa disain’ itu. Baju gratis tersebut, tak diterima oleh setiap orang di sekret. Satu-satunya bagian yang berharga dari kaos itu, karena tak semua orang di sekret memilikinya. Kaos gratis itu diproduksi dengan budjet yang minim, sehingga jumlahnya tak mencukupi dan berkualitas rendah.
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
- PARTISIPASI TERBUKA KURSUS BAHASA INGGRIS BERBASIS KOMUNITAS Dalam ‘HEALTH UP YOUR ENGLISH’
- Ambulans masuk ruang sekret
- ‘Bahasa yang sakit’ belakang punggung
- Dari makanan basi dan hingga basa basi
- Desain kaos, tanpa disain apapun
- Dokter Andi Anwar, dokter sekret menembus barikade hujan
- ‘Kehidupan pagi’ hingga ‘kehidupan malam’ di sekret
- ‘Mendayung bersama’ sebelum ‘layar terkembang’
- Pawang hujan ternyata juga basah kuyup
- Perburuan makanan basi 02.00 dini hari
- Pimpinan tanpa ‘remote control’
- Riwayat pembuatan ID Card
-
Tautan
-
Arsip
- November 2008 (1)
- September 2008 (25)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS