Ambulans masuk ruang sekret
Ruang sekret tampil beda, bukan hanya oleh pajangan daftar jadwal jaga dan jadwal pertandingan dari program excel, tapi oleh illustrasi mobil-mobil ambulans oleh Pak Agung. Sebagai sarjana psikologi, Pak Agung berhasil memainkan minat untuk melihat dan menyaksikan pajangan-pajanghan berbagai model ambulans secara karikaturistik. Illustrasi karikaturistik tersebut berhasil dalam ‘eye catching’ (memikat pandangan mata). Ilustrasi kreatif memicu hasrat mata untuk melihat secara mendetail berbagai penugasan sopir ambulans, jenis mobil apa, ditugaskan di mana dan kapan ditugaskan. Semua detail yang berkaitan dengan ambulans bisa dilihat hanya dengan sekali kedipan mata. Bandingkan dengan pembacaan jadwal versi excel yang bisa membuat mata kelilipan, karena yang dilihat semua berupa kolom dan lajur yang berlapis-lapis. Seandainya apa yang dilakukan Pak Agung dengan ilustrasinya dapat diterapkan di sekolah, maka murid-murid pasti cepat mengerti. Semua sopir ambulans dan petugas sekret, sangat mudah mengerti apa yang dipajang dalam ilustrasi.
Untuk memahami apa yang dipahami jadwal tugas ambulans dalam versi ilustrasi hanya perlu waktu sekitar lima detik. Jadwal tugas yang dibuat dalam format excel perlu waktu beberapa menit untuk memahaminya secara tepat. Bujur dan kolom excel bisa mengelabui mata yang tak awas. Hasil olahan komputer, jauh lebih ribet daripada ilustrasi Pak Agung. Komputer tak selamanya membuat hidup jauh lebih simpel dan mudah, malah terkadang bikin repot juga. Kreatifitas individu secara langsung terkadang jauh lebih berisi dan bermakna daripada hasil produk komputer. Sesekali bebaskan hidup dari ketergantungan pada Windows Microsoft because it’s windowsucks!
Pekerjaan menempel jadwal cabor dan jadwal jaga di dinding dilakukan oleh Upik (Taufik Hidayat) dan beberapa petugas sekret yang enggan disebut namanya.Tempelannya cukup rapi dan menjadi asesoris penambah lengkap tempelan di dinding. Memang perlu mendongak agar bisa membacanya secara penuh. Leher bisa pegal bila terlalu mencermati setiap isi jadwal, dalam posisi mendongak. Mata gampang capek bila membaca seperti itu. Bagi yang enggan terlalu lama mendongak tempelan di dinding dan tak mau capek-capek, masih ada ‘shorcut’ (jalan pintas) yakni cukup berkata pada petugas sekret, “Tolong jadwal di-print-kan!” Jadwal yang telah di-print bisa dimasukkan ke dalam tas dan dibaca dalam posisi apa saja, tanpa perlu mendongak. Jika ada yang memasang jadwal tersebut di tempat lain, setinggi tempelan di sekret, maka tentu harus mendongak lagi. Capek dech!
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
- PARTISIPASI TERBUKA KURSUS BAHASA INGGRIS BERBASIS KOMUNITAS Dalam ‘HEALTH UP YOUR ENGLISH’
- Ambulans masuk ruang sekret
- ‘Bahasa yang sakit’ belakang punggung
- Dari makanan basi dan hingga basa basi
- Desain kaos, tanpa disain apapun
- Dokter Andi Anwar, dokter sekret menembus barikade hujan
- ‘Kehidupan pagi’ hingga ‘kehidupan malam’ di sekret
- ‘Mendayung bersama’ sebelum ‘layar terkembang’
- Pawang hujan ternyata juga basah kuyup
- Perburuan makanan basi 02.00 dini hari
- Pimpinan tanpa ‘remote control’
- Riwayat pembuatan ID Card
-
Tautan
-
Arsip
- November 2008 (1)
- September 2008 (25)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS